Contoh Skripsi Bahasa Arab Bab 3 A
BAB III
GAMBARAN UMUM MTs ASY SYAF’IYAH PECANGAKAN DAN PROBLEMATIKA
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MTs ASY SYAFI’IYAH PECANGAKAN
A.
Gambaran Umum MTs As Syaf’iyah Pecangakan
1)
Letak
Geografis
Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Comal terletak di
desa Pecangakan yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk. Posisinya
tidak jauh dari jalan raya arah Comal ke Sragi yang jarak dari jalan raya ke
madrasah hanya sekitar 100 meter. Tepatnya di jalan Dahlia nomor 148 desa
Pecangakan kecamatan Comal kabupaten Pemalang.
Selain itu,
letak madrasah juga dekat dengan pondok pesantren serta berada di lingkungan
masyarakat muslim yang agamis sehingga membuat madrasah ini memiliki potensi
sumber daya masyarakat yang sangat mendukung dalam proses belajar pendidikan
agama, tidak terkecuali pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy
Syafi’iyah tersebut.
Madrasah
Tsanawiyah Asy Syafi’iyah juga berada satu lokasi dengan lembaga pendidikan
Madrasah Aliyah (MA), pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Pendidikan Anak
Usia Dini (PAUD), sehingga Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah dapat menjadi
alternatif pilihan untuk melanjutkan jenjang sekolah menengah.[1]
2)
Profil
Madrasah
a)
Sejarah
Berdiri
Peningkatan kualitas sumber daya
manusia adalah suatu hal yang sangat strategis untuk tercapainya kehidupan
bangsa Indonesia yang berkemajuan dimasa-masa yang akan datang. Dalam rangka
meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) ini, Madrasah adalah salah satu
lembaga pendidikan yang ikut andil dalam bagian peningkatan kualitas SDM. Selain
hal tersebut, muncul permasalahan yang menyangkut pendidikan usia sekolah
sesudah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah
(MI) bagi masyarakat Comal dan sekitarnya, sedangkan pada tahun 2001 di Comal
belum tersedia sekolah lanjutan tingkat pertama yang memiliki pola pengajaran
berimbang antara pendidikan umum dan agama.
Sebagian dari kalangan orang tua
berharap serta menginginkan agar anak-anaknya kelak pada masa mendatang
memiliki dua keunggulan sekaligus, yaitu keunggulan dalam bidang ilmu
pengetahuan dan keterampilan disatu sisi dan keunggulan bidang spiritual disisi
yang lain. Oleh karena itu seiring makin meningkatnya kesadaran orang tua akan
pentingnya pendidikan umum dan agama dan didukung oleh banyaknya lulusan SD/MI
yang tidak mampu melanjutkan sekolah ke SLTP Negeri karena faktor ekonomi dan
faktor lainnya, maka dengan do`a restu dari kyai-kyai di sekitar Comal akhirnya
terbentuklah Pengurus YPI Asy Syafi’iyyah Pecangakan Comal dan mendirikan
Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyyah dengan NSS/NPSN 121233270026/20364615 yang
dibangun diatas tanah milik sendiri tepatnya pada tahun 2001 dan mulai dioperasikan
pada tahun itu juga dengan struktur organisasi sebagai berikut :
1.
Kepala Madrasah : Nurhamid, BA
2.
Wakamad :
Zuhdi Aminudin, S.Ag
3.
Kurikulum :
Imam Sugardo, S.Pd
4.
Bendahara :
Endang S, S.Ag
Dari
waktu ke waktu MTs. Asy Syafi’iyah terus
mengalami perkembangan, baik dari segi
kualitas maupun kuantitas. Maka pada tahun 2015 dari Akreditasi pendidikan yang dilakukan Departemen Agama, MTs. Asy Syafi’iyyah memperoleh status terakreditasi dengan terdaftar pada piagam nomor :
Kw.11.4/4/PP.03.2/624.27.01/2006 berlaku dengan statusnya Terakreditasi ” B ”. Sebagai bentuk penghargaan dan upaya yang dilakukan dalam peningkatan
pelayanan pendidikan secara lebih bermutu kepada masyarakat.[2]
b)
Tujuan,
Visi dan Misi MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan adalah:
1.
Tujuan
Madrasah
a)
Menciptakan
Muslim
Indonesia yang cakap, cerdas terampil, tangkas berwibawa
serta mampu berwiraswasta.
b)
Membebaskan muslim
Indonesia pada khususnya, bangsa
Indonesia pada umumnya dari pada segala macam kebodohan, kemiskinan, kemelaratan
dan keterbelakangan.
c)
Menciptakan
muslim Indonesia yang sejahtera spirituil dan materiil, sehat jasmani dan rohani.
d)
Turut
menegakkan Agama yang diridhoi oleh Allah SWT, dengan membina manusia-manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.[3]
2.
Visi
DISIPLIN,
KREATIF, BERIMAN, BERILMU, BERTAKWA, DAN BERAMAL BERAZAZKAN AHLUSSUNAH WAL JAMA’AH.
3.
Misi
a)
Menumbuhkan
penghayatan ajaran agama Islam serta budaya bangsa dan mengamalkannya.
b)
Melaksanakan
bimbingan yang efektif dan efisian secara optimal.
c)
Menumbuhkan
pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif
dan efektif.
d)
Menumbuhkan
rasa cinta terhadap sesama dan jiwa juang yang tinggi.
e)
Menerapkan
manajemen partisipasi yang melibatkan seluruh komponen madrasah dan komponen kepentingan yang terkait dengan
madrasah.
f)
Mengaktifkan
hubungan kerjasama yang baik antara madrasah dan komite madrasah untuk menjadi
madrasah yang unggul.[4]
3)
Struktur
Organisasi
a)
Struktur
organisasi MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan
Lembaga pendidikan Madrasah merupakan lembaga yang memiliki tujuan
tertentu dalam melaksanakan suatu proses pembelajaran. Untuk dapat mewujudkan
tujuan dari Madrasah, maka dibentuk struktur organisasi Sekolah secara jelas.
Agar setiap aspek pelaksanaan pendidikan, dari proses pengorganisasian,
pembelajaraan, pendanaan hingga keamanan dan kegiatan yang ada di Madrasah
dapat terlaksana dengan baik. Adapaun struktur organisasi Madrasah Tsanawiyah
Asy Syafi’iyah Pecangakan Comal sebagai berikut:
STRUKTUR
ORGANISASI[5]
Kepala Madrasah Ahmad Fauzi, S.Pd Dewan/
Komite Agus Yandi,
S.Pd.I Tata Usaha Akrom
Hasani, S.Kom
Wk. Ur
Kesiswaan Turjannah,
SH.I Wk. Ur
Kurikulum Mariyatul
Qibtiyah, SH WK. Ur
Sarpras Dra.Casmonah WK. Ur
Humas Lukmanul
Hakim, S.Ag JABATAN Wali
Kelas VII A Fitriyani,
S.Pd Wali Kelas VII B Tri Sundoro, S.E Wali Kelas VIII A Kholipah, S.S Wali Kelas VIII B Drs. H. Sunarman Wali Kelas IX A Lukmanul Hakim, S.Ag Wali Kelas IX B Muthoharoh, S.Pd
b)
Sarana
dan Prasarana
Sarana dan Prasarana yang diperlukan oleh Madrasah Tsanawiyah Asy
Syafi’iyah pecangakan diantaranya adalah berupa fasilitas gedung, ruang kelas,
kantor Guru, kantor TU. Untuk sarana dan prasarana di MTs Asy Syafi’iyah
Pecangakan Comal seperti yang dapat
dilihat pada tabel 4 terdapat sejumlah sarpras yang tersedia, guna menunjang
proses pendidikan. Ada 14 sarpras dalam keadaan baik, 8 sarpras rusak ringan
dan 1 diantaranya rusak berat. meskipun telah tersedianya beberapa sarpras
seperti yang terlampir pada tabel 4, akan tetapi di MTs Asy Syafi’iyah
Pecangakan dirasa masih kurang sarana dan prasarana lain dan perbaikan yang
diperlukan.
Tabel 4.[6]
|
NO |
JENIS RUANG |
MILIK |
BUKAN MILIK |
||||||
|
BAIK |
RUSAK RINGAN |
RUSAK BERAT |
Jml |
LUAS ( m2
) |
|||||
|
Jml |
Luas (m2) |
Jml |
Luas (m2 ) |
Jml |
Luas (m2) |
||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
|
1 2 3 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 |
Ruang Teori/ Kelas Laboratorium IPA Laboratorium Bahasa Laboratorium Komputer Laboratorium Multimedia Ruang Perpustakaan Ruang UKS Koperasi / Toko Ruang BP / BK Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang TU Ruang OSIS Kamar Mandi/ WC. Guru Kamar Mandi/ WC. Siswa Gudang |
4 - - 1 - 1 1 - 1 1 1 1 1 1 1 - |
224 - - 20 - 24 4 - 9 6 24 20 20 6 6 - |
2 1 - - 1 - - 1 - - - - - 1 1 1 |
112 16 - - 12 - - 6.25 - - - - - 6 6 24 |
1 - - - - - - - - - - - - - - - |
56 - - - - - - - - - - - - - - - |
7 1 1 1 1 1 - 1 1 1 1 - 2 2 1 |
392 16 20 20 12 24 - - 9 6 24 20 - 12 16 24 |
.
c)
Data
Guru
Guru
merupakan salah satu dari komponen yang penting dalam suatu lembaga pendidikan,
dimana Guru merupakan tenaga pendidikan yang ikut berperan dalam membentuk
kualitas dan kuantitas peserta didik di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan.
Pada
tabel 1 menunjukan bahwa jumlah guru berjumlah 19, terdiri dari guru tetap PNS
4 orang dan guru tetap yayasan 15 orang. Serta pegawai tetap yayasan (PTY) wiyatabakti
berjumlah 5 orang.
Tabel 1.[7]
Data Guru Madrasah Tsanawiyah Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab.
Pemalang
|
Uraian |
Jumlah |
Keterangan |
|||
|
L |
P |
Jumlah |
|||
|
1. |
Guru Tetap/ PNS |
3 |
1 |
4 |
|
|
2. |
Guru Tetap Yayasan |
9 |
6 |
15 |
|
|
3. |
Guru Validasi |
|
|
|
|
|
4. |
Guru Wiyatabakti |
|
|
|
|
|
5. |
Pegawai Tetap |
|
|
|
|
|
6. |
PTY. Validasi |
|
|
|
|
|
7. |
PTY. Wiyatabakti |
3 |
2 |
5 |
|
Tabel 2,
menunjukan tingkat pendidikan dari guru dan staff TU. Guru berjumlah 16 orang
merupakan lulusan sarjana S1. Hal ini menunjukan bahwa untuk tenaga
kependidikan MTs Asy Syafi’iyah sudah memenuhi standar bagi seorang guru yakni
minimal sarjana S1. sedangkan untuk staff TU hanya 1 orang yang termasuk
lulusan sarjana S1 dan dua orang staff TU yang lain merupakan lulusan SLTA.
Tabel 2.[8]
|
Ijasah : |
SD |
SLTP |
SLTA |
D2 |
SARMUD/D3 |
S1 |
S2 |
JUMLAH |
|
Guru |
|
|
|
|
|
16 |
|
16 |
|
TU |
|
|
2 |
|
|
1 |
|
3 |
|
Petugas kebersihan |
|
1 |
|
|
|
|
|
1 |
|
SATPAM |
|
|
1 |
|
|
|
|
1 |
|
Total |
21 |
|||||||
d)
Keadaan
Siswa
Siswa atau peserta didik yang ada
di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab.
Pemalang sebagian besar berasal dari daerah Pecangakan, dan ada sebagian yang berasal
dari kecamatan Comal yang mondok di pesantren yang berlokasi dekat dengan
Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang
tersebut.
Dapat dilihat pada tabel 3, jumlah siswa yang masuk ke MTs Asy
Syafi’iyah Pecangakan mengalami kenaikan dan penurununan jumlah siswa. Dimana
pada tahun 2005 – 2014 mengalami kenaikan yang cukup signifikan, namun pada
tahun 2014 – sekarang siswa yang masuk ke MTs Asy Syafi’iyah mengalami sedikit
penurunan jumlah siswa.
Tabel 3.[9]
Keadaan Data Siswa di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan
Kec. Comal Kab. Pemalang
|
Kelas |
Jumlah Siswa |
||||||||||
|
2005/ 2006 |
2006/ 2007 |
2007/ 2008 |
2008/ 2009 |
2009/ 2010 |
2012/ 2013 |
2013/ 2014 |
2014/ 2015 |
2015/2016 |
2016/2017 |
2017/2018 |
|
VII
|
40 |
35 |
44 |
48 |
35 |
97 |
63 |
64 |
64 |
66 |
61 |
|
VIII |
42 |
40 |
35 |
44 |
48 |
71 |
97 |
63 |
64 |
66 |
66 |
|
IX |
27 |
42 |
40 |
35 |
44 |
52 |
71 |
97 |
63 |
59 |
66 |
|
Jumlah |
109 |
117 |
119 |
127 |
127 |
220 |
231 |
224 |
191 |
191 |
193 |
B.
Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah
Pecangakan
Setelah peneliti mengadakan wawancara dengan guru
bahasa Arab, maka diperoleh informasi bahwa proses pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab di
MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan melalui 3 tahapan sebagai berikut :
1. Perencanaan
Dalam melaksanakan pembelajaran, guru di MTs Asyafi’iyah Pecangakan
termasuk guru bahasa Arab dibekali dengan perangkat pembelajaran seperti
absensi siswa, daftar nilai, kalender pendidikan, dan program harian yang telah
disusun oleh tim kurikulum. Hal tersebut dijelaskan oleh bapak Agus Yandi, S.PdI.
Bapak Agus Yandi juga mengatakan: “dalam melakasanakan pembelajaran semua guru
di MTs Asyafi’iyah Pecangakan termasuk saya dibekali dengan buku yang berisi
antara lain: absensi siswa, daftar nilai, kalender pendidikan, dan program
harian. Sedangkan silabus dan RPP disusun sendiri oleh guru mata pelajaran. Namun
yang paling penting keberadannya bagi saya adalah RPP karena didalamnya memuat
acuan dan langkah-langkah ketika saya melakukan pembelajaran di kelas ”.[10] Dari hasil wawancara juga dapat dipahami bahwa
guru bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan sebelum melaksanakan
pembelajaran sudah menyiapkan perangkat pembelajaran. Sebagaimana yang
dilaksanakan di madrasah-madrasah lain.
Selain itu, guru bahasa Arab di MTs
Asy Syafi’iyah Pecangakan dalam kegiatan belajar mengajar menerapkan teori dan
metode pembelajaran, diantaranya adalah metode ceramah: kegiatan ini biasanya
digunakan untuk memulai kegiatan pembelajaran terutama pada awal pembelajaran.
Metode diskusi: untuk mendiskusikan materi yang berkaitan dengan tema yang
sedang diajarkan. Metode tanya jawab: kegiatan ini dilakukan dengan cara guru
bertanya kepada siswa atau sebaliknya
berkaitan dengan tema pembelajaran yang sedang diajarkan.
Data ini penulis peroleh dari hasil
wawancara dan studi dokumentasi yang peneliti lakukan terhadap perangkat
pembelajaran yang berupa rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat
oleh guru bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan.[11]
2.
Pelaksanaan
Adapun rangkaian proses pelaksanaan pembelajaran
bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan adalah sebagai berikut:
a.
Pendahuluan
Pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan pada hari
Rabu untuk kelas IXA dimulai pukul 10.00-10.55 dan untuk kelas IXB adalah pada
pukul 11.00-11.55. sedangkan pada hari Kamis pembelajaran dimulai pukul
09.00-10.55 untuk kelas IXA dan pukul 11.00-12.55 untuk kelas IXB. Sedangkan
pada pukul 07:00 diisi dengan pelatihan membaca Al-Quran yang diadakan oleh
sekolah diperuntukkan khusus bagi siswa yang masih kesulitan dalam membaca
tulisan Arab.
Hasil observasi pembelajaran bahasa Arab di kelas IXA. Guru bahasa Arab
masuk ke kelas tepat pukul 09:00 dan mengawali pembelajaran dengan mengucapkan
salam, menanyakan kabar, dan doa bersama. Selanjutnya guru mengabsen siswa
dilanjutkan memberi nasehat dan motivasi kepada siswa agar lebih giat belajar
bahasa Arab. dilanjutkan dengan guru menyampaikan materi dan tujuan
pembelajaran pada hari itu. Materi yang diajarkan adalah menulis/kitabah dengan
standar kompetensi ”Mengungkapkan pikiran, perasaan,
pengalaman dan informasi melalui kegiatan menulis tentang المناسبات الدينية/peringatan hari-hari
besar keagamaan” ,
dan kompetensi dasar “Siswa dapat menulis kata, frase dan kalimat sederhana
tentang peringatan hari-hari besar keagamaan dan siswa dapat mengungkapkan
informasi dan gagasan secara tertulis dalam kalimat sederhana tentang peringatan hari-hari besar keagamaan.
b.
Kegiatan
inti
Kegiatan
inti dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi kegiatan awal,
eksplorasi, elaborasi dan, konfirmasi.
1.
Kegiatan
awal
Guru mengulas kembali materi tentang المناسبات الدينية, Guru menyediakan/memberikan kalimat-kalimat kepada siswa tentang materi
kitabah
2.
eksplorasi
Guru memberikan tugas menyusun kalimat-kalimat yang
disediakan oleh guru tentang المناسبات
الدينية.
3.
Elaborasi
Siswa merangkai kata-kata acak menjadi sebuah kalimat yang
berkaitan dengan المناسبات
الدينية kemudian siswa menulis pertanyaan untuk
jawaban yang disediakan oleh guru dengan baik dan benar dilanjutkan
siswa menyusun kalimat dengan menggunakan kata-kata atau mufrodat yang
disediakan dengan bimbingan guru.
4.
Konfirmasi
Guru memberikan penguatan tentang kesimpulan المناسبات الدينية
c.
Kegiatan
Penutup
Guru melaksanakan penilaian lisan dan memberikan tugas
pengayaan kemudian pembelajaran ditutup dengan bacaan hamdalah dan salam.[12]
3. Evaluasi
Berdasarkan wawancara dengan bapak Agus Yandi menyatakan
bahwa evaluasi pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan ada 3
macam yaitu:
1. Evaluasi harian
Evaluasi ini dilakukan stiap hari pada waktu akhir
pembelajaran dengan cara bertanya kepada siswa tentang materi yang berhubungan
dengan materi yang telah diajarkan. Apabila siswa mampu menjawab dengan benar
berarti pembelajaran dapat dikatakan berhasil.
2. Evaluasi formatif
Evaluasi ini dilakukan pada setiap akhir pembahasan topik dan
dimaksudkan ntuk mengetahui sejauh manakah suatu proses pembelajaran telah
berjalan sebagaimana yang telah direncanakan.
3. Evaluasi sumatif
Evaluasi ini dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu
yang didalamnya tercakup lebih dari satu pokok bahasan dan dimaksudkan untuk
mengetahui sejauhmana peserta didik
telah dapat berpindah dari suatu unit ke unit berikutnya.[13]
C. Problematika Pembelajaran Bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan
Berikut ini adalah data hasil angket tentang pembelajaran bahasa
Arab siswa di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan tahun pelajaran 2017/2018. Untuk
memperoleh data tentang tingkat proses pembelajaran bahasa Arab siswa di MTs
Asy Syafi’iyah Pecangakan, penulis memakai data kuisioner dan meminta sejumlah
responden yang berjumlah 50 siswa untuk mengisi jawaban dari pertanyaan yang
penulis sediakan. Masing-masing kuisioner terdiri atas 20 item pertanyaan
melalui empat alternatif jawaban dengan bobot sebagai berikut:
Ø Alternatif jawaban A dan B memiliki arti “YA”
Ø Alternatif jawaban C dan D memiliki arti “TIDAK”
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
Jawaban Terbesar |
|||
|
Selalu (A) |
Sering (B) |
Pernah (C) |
Tidak Pernah (D) |
|||
|
1 |
Apakah siswa menyukai
bahasa Arab |
7 |
17 |
18 |
8 |
24(48%) siswa
menyukai bahasa Arab dan 26(52%) siswa tidak menyukai |
|
2 |
Apakah siswa
memperhatikan pelajaran ketika pembelajaran sedang berlangsung |
25 |
19 |
6 |
0 |
44(88 %) siswa
memperhatikan dan 6(12%) tidak memperhatikan |
|
3 |
Apakah siswa
mengerjakan tugas pelajaran bahasa Arab yang diberikan guru di sekolah |
20 |
14 |
16 |
0 |
34(68%) siswa
mengerjakan tugas dan 16(32%)tidak mengerjakan |
|
4 |
Apakah siswa menemui
kesulitan atau masalah dalam belajar bahasa Arab |
7 |
12 |
29 |
2 |
19(38%)siswa merasa
kesulitan dan 31(62%) siswa tidak merasa sulit |
|
5 |
Apakah anda
menganggap pelajaran bahasa Arab adalah pelajaran yang membosankan |
0 |
1 |
28 |
21 |
1(2 %) siswa
beranggapan membosankan dan 49(98%)
tidak |
|
6 |
Apakah anda
menganggap bahasa Arab adalah pelajaran yang menakutkan |
0 |
2 |
12 |
36 |
2 (4%)siswa
beranggapan menakutkan dan 48(96%) tidak |
|
7 |
Apakah guru
menggunakan bahasa Arab dalam mengajar |
7 |
30 |
11 |
1 |
37(74%) siswa
menyatakan guru menggunakan bahasa Arab dan 13(26%) tidak |
|
8 |
Pertanyaan
tentang apakah guru memberikan semangat dalam mengajar |
17 |
7 |
15 |
11 |
24(48%) siswa
menyatakan guru memberi semangat dan 26(52%) tidak |
|
9 |
Apakah
guru selalu membiasakan kamu untuk berbicara bahasa Arab di kelas |
4 |
10 |
27 |
9 |
14(28%) siswa
menjawab guru membiasakan dan 36(72%) tidak |
|
10 |
Apakah kamu suka
dengan cara mengajar guru bahasa Arab di sekolah |
18 |
16 |
16 |
0 |
34 (68%)siswa suka
dengan cara mengajar guru 16(32%) tidak |
|
11 |
Pertanyaan
tentang apakah guru bahasa Arab menggunakan variasi metode dalam pembelajaran
bahasa Arab |
11 |
9 |
24 |
6 |
20(40%) siswa
menyatakan guru menggunakan variasi metode dan 30(60%) tidak |
|
12 |
Apakah guru
menggunakan media pembelajaran dalam mengajar bahasa Arab |
23 |
6 |
8 |
13 |
29(58%) siswa
menjawab guru menggunakan media dan 21(42%) tidak |
|
13 |
Apakah guru memberi
kesempatan siswa untuk bertanya, baik di tengah pelajaran berlangsung maupun
setelah selesai materi diajarkan (umpan balik) |
24 |
15 |
11 |
0 |
39(78%) siswa
menjawab guru memberikan umpan balik dan 11(22%) tidak |
|
14 |
Apakah guru mengulang
pelajaran yang belum dipahami siswa |
25 |
16 |
9 |
0 |
41(82%) siswa
menyatakan guru mengulang pelajaran yang dipahami siswa dan 9(18%) tidak |
|
15 |
Apakah guru mampu menguasai
kondisi kelas saat pelajaran berlangsung |
21 |
12 |
15 |
2 |
33(66%) siswa
menjawab guru mampu menguasai kondisi kelas dan 17(34%) tidak |
|
16 |
Apakah guru sering
melakukan evaluasi setelah akhir pembelajaran |
21 |
9 |
18 |
2 |
30(60%) siswa
menyatakan guru melakukan evaluasi dan 20(40%) tidak |
|
17 |
Apakah
keluarga siswa menyuruh belajar bahasa Arab dengan rajin |
11 |
6 |
25 |
8 |
17(34%) siswa
menyatakan bahwa keluarga menyuruh belajar bahasa Arab dan 34(68%) tidak |
|
18 |
Apakah di
TPQ/madin diajarkan bahasa Arab |
16 |
8 |
17 |
9 |
24(48%) siswa
menjawab bahwa di TPQ/madin diajarkan bahasa Arab dan 26(52%) tidak |
|
19 |
Apakah
siswa di sekolah dianjurkan memakai bahasa Arab |
1 |
2 |
19 |
28 |
3(6%) siswa
menyatakan kalau di sekolah dianjurkan memakai bahasa Arab dan 47(94%) tidak |
|
20 |
Apakah siswa dipinjami
buku paket bahasa Arab ketika pembelajaran |
50 |
0 |
0 |
0 |
50(100)% siswa
dipinjami buku paket ketika pembelajaran |
Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan data kuisioner yang
penulis kumpulkan, ada beberapa problematika pembelajaran bahasa Arab, diantaranya:
1.
Problem
Linguistik
a.
Siswa
belum bisa membaca tulisan Arab
Dari sebagian siswa kelas IX, masih
ditemukan beberapa orang siswa yang masih belum bisa membaca tulisan Arab
dengan lancar.
b.
Kesulitan
dalam menulis Arab dengan dikte
Banyak siswa yang merasa kesulitan
ketika menulis Arab dengan dikte. Kesalahan tersebut diantaranya dalam hal
menyambung huruf antar kalimah yang dibaca al-nya dengan yang
tidak dibaca al-nya seperi menulis الشمس
menjadi اشمس dan juga kesulitan dalam menulis huruf
Arab yang hampir sama makhrajnya seperti menulis huruf ع dengan ء, ح dengan ه, ض dengan ظ, dan lain-lain.
c.
Siswa
masih kesulitan dalam mengartikan bacaan
Materi yang dirasa sulit bagi siswa
adalah menerjemahkan, dengan alasan susunan subjek dan predikat bahasa Arab
sering dibalik ketika diartikan menjadi bahasa Indonesia seperti ذهب محمد الى المدرسة diartikan pergi Muhammad ke sekolah, padahal
arti yang tepat adalah Muhammad pergi ke sekolah .
d.
Ketidaksesuaian
menyusun kalimat dengan jenis kata kerja yang tepat
Ketika guru menyuruh membuat kalimat
dengan bahasa Arab sebagian besar siswa tidak memperhatikan kata kerja yang
sesuai, baik dari jenisnya (mudzakar atau mu’anats) maupun
bilangannya (mufrad, tasniyah, dan jamak). Sebagai contoh ketika
guru menyuruh membuat kalimat telah berdiri Fatimah kebanyakan siswa menulis
dengan قام فاطمة.[14]
2.
Problem
Non Linguistik
a.
Siswa
Secara umum pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah
Pecangakan dari faktor siswa tidak mengalami masalah artinya pembelajaran
bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan dapat dikatakan sudah cukup baik. Bapak
Agus Yandi, S.Pdi mengatakan: ”secara umum pembelajaran bahasa Arab disini
sudah berjalan kondusif walaupun masih ada sedikit kendala berkaitan dengan
siswa yang belum bisa membaca tulisan Arab”.[15]
Problematika pembelajaran bahasa
Arab yang penulis temukan berkaitan dengan siswa di MTs Asy Syafi’iyah
Pecangakan, diantaranya adalah:
1.
Latar
belakang pendidikan siswa yang heterogen
Bapak Ahmad Fauzi, S.Pdi menjelaskan bahwa siswa MTs Asy Syafi’iyah
Pecangakan sebagian besar berasal dari masyarakat biasa, dan sebagian kecil ada
yang tinggal di pesantren, sehingga siswa yang tinggal di rumah orang tua,
khususunya yang alumni sekolah dasar (SD) banyak yang belum mengenal bahasa
Arab.[16]
2.
Kurangnya
motivasi siswa MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan
Ketika penulis melakukan observasi
di kelas dan penulis diberi kesempatan untuk menyapa siswa-siswa kelas IXB
kemudian penulis bertanya kepada seluruh siswa kelas IXB tentang pelajaran
bahasa Arab dan hampir seluruh siswa menjawab sulit dan berdasarkan angket yang
penulis berikan kepada seluruh siswa yang berjumlah 50 siswa. Hasilnya 26 siswa
menjawab kurang menyukai bahasa Arab.[17]
b.
Waktu
pembelajaran yang kurang
Waktu yang tersedia untuk mengajarkan bahasa Arab di MTs Asy
Syafi’iyah Pecangakan 3 jam pelajaran perminggu dan dirasa sangat kurang dan
tidak memadai. Hal ini menyebabkan tidak tuntasnya penyampaian materi bahasa
Arab sesuai kurikulum. Hal ini disampaikan oleh bapak Agus Yandi guru bahasa
Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan.[18]
c.
Guru
Problematika pembelajaran bahasa Arab yang penulis temukan
berkaitan dengan guru, antara lain:
1.
Kualifikasi
ijazah guru bahasa Arab yang belum sesuai
Guru bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan hanya satu yaitu
bapak Agus Yandi lulusan Tarbiyah jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI).[19]
2.
Kurang
membiasakan siswa untuk berbicara bahasa Arab di kelas
Ketika melakukan observasi, penulis menemukan banyak siswa di kelas
IXB yang tidak bisa membalas sapaan selamat siang dalam bahasa Arab dan ketika
penulis bertanya apa kabar dalam bahasa Arab juga siswa tidak bisa menjawab dan
berdasarkan data kuisioner siswa, 72% siswa menyatakan guru kurang membiasakan
siswa berbicara bahasa Arab di kelas.[20]
3.
Kurang
menggunakan variasi metode dalam mengajar
Ketika wawancara, guru bahasa Arab mengatakan bahwa guru hanya
menerapkan metode ceramah dan tanya jawab dan berdasarkan data kuisioner siswa,
60% siswa menjawab guru kurang menggunakan variasi metode dalam mengajar .[21]
d.
Lingkungan
1.
Keluarga
Dari hasil wawancara dengan Rizka
Inayah dan Sufchul Ladzati masing-masing siswa kelas IXA menyatakan bahwa orang
tuanya jarang sekali menyuruh ataupun mengingatkan untuk belajar bahasa Arab karena
orang tuanya sendiri dengan bahasa Arab masih terasa asing dan berdasarkan data
kuisioner siswa sebanyak 68% siswa menyatakan bahwa orang tua mereka tidak
pernah menyuruh belajar bahasa Arab .[22]
2.
Masyarakat
Selain
itu, Realita yang ada di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan dijelaskan oleh Bapak
Agus Yandi bahwa hampir seluruh wilayah dimana siswa tinggal, tidak ada satupun
lingkungan atau dusun yang menggunakan percakapan bahasa Arab, tidak terkecuali
di madrasah diniyah maupun pesantren, madrasah diniyah dan pesantren yang di
tempati siswa hanya mengajarkan mufrodat dan ilmu alat, untuk muhadasahnya
belum diterapkan dan berdasarkan data siswa sebanyak 52% siswa menjawab di
TPQ/madin tidak diajarkan bahasa Arab.[23]
3.
Sekolah
Berdasarkan wawancara dengan
beberapa pihak terkait dan observasi ke MTs Asyafi’iyah Pecangakan dari pihak
sekolah belum mewajibkan siswanya untuk berbahasa Arab setiap harinya sebagai
bahasa resmi di sekolah tersebut. Begitu juga antara guru dengan guru dan guru
dengan karyawan, hal ini dikarenakan guru dan karyawan berasal dari lingkungan
pendidikan yang berbeda sehingga apabila bahasa Arab digunakan sebagai bahasa
wajib maka justru akan menyulitkan dalam berkomunikasi dan berdasarkan data
siswa sebanyak 94% siswa menyatakan bahwa di sekolah tidak ada anjuran memakai
bahasa Arab .[24]
e.
Sarana
dan prasarana kurang memadai
Fasilitas yang
dimiliki MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan untuk menunjang pembelajaran masih
terbatas antara lain CD, TV, dan alat peraga. Sedangkan laboratorium bahasa madrasah
juga belum tersedia. Hal ini disampaikan oleh karyawan bagian
tata usaha bahwa di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan dirasa masih kurang sarana
dan prasarana lain dan dan kalaupun ada banyak sarana dan prasarana yang perlu
perbaikan.[25]
D. Solusi Untuk Mengatasi Problematika Pembelajaran Bahasa Arab
1. Problem
Linguistik
a. Mengatasi
siswa yang kurang mengenali bentuk atau tulisan huruf Arab, belum bisa membaca
tulisan Arab. usaha yang dilakukan guru dalam mengatasi problem tersebut adalah
memberikan pelajaran tambahan khusus membaca al-Quran di pagi hari sebelum jam
pelajaran dimulai.
b. Upaya
yang dilakukan guru untuk siswa yang kesulitan menulis dengan dikte yaitu setiap
pembelajaran bahasa Arab guru melatih anak menulis Arab dengan dikte/imla
minimal 2 kata.
c. Agar
siswa tidak kesulitan dalam mengartikan
bacaan, guru bahasa Arab selalu memberikan tugas di luar kelas utuk menghafal
mufrodat dan menterjemah suatu kalimat.
d. Mengatasi
siswa yang kesulitan menyusun kalimat dengan jenis kata kerja yang tepat yaitu
setiap pertemuan, guru bahasa Arab memberikan tugas di rumah untuk menghafalkan
tasrif baik istilahi maupun lughowi dan setoran di tiap hari pembelajaran
berikutnya.
2. Problem
non longuistik
a. Siswa
1. Upaya
guru bahasa Arab untuk mengatasi problem yang berkaitan dengan latar belakang
pendidikan yang berbeda yaitu dengan sering memberikan tugas pekerjaan rumah
termasuk tugas menghafalkan mufrodat.[26]
Sedangkan dari pihak madrasah sendiri berupaya mengklasifikasikan siswa yang
mempunyai kemampuan bahasa Arab lebih baik di tempatkan di kelas A dan yang
mempunyai kemampuan bahasa Arab lebih rendah di tempatkan di kelas B.[27]
2. Mengatasi
siswa yang kurang motivasi untuk belajar bahasa Arab yaitu dengan Selalu
memberi motivasi kepada siswa sebelum dan sesudah pelajaran untuk selalu
berlatih dan tidak putus asa serta dalam belajar bahasa Arab tidak boleh
dijadikan beban karena ilmu yang nantinya diperoleh akan sangat berharga
sebagai bekal hidup di masyarakat dan bekal ibadah kepada Allah SWT.[28]
b. Waktu
pembelajaran yang kurang
Berkaitan dengan
problem kurangnya waktu, Kepala Madrasah menjelaskan selama ini pembelajaran
bahasa Arab sudah ditambah menjadi 3 jam pelajaran per minggu dan hal ini
sebenarnya sudah melebihi dari standar waktu pembelajaran bahasa Arab menurut
kementerian Agama.
c. Guru
1. Kualifikasi
ijazah guru yang belum sesuai
Problem
kualifikasi ijazah yang berpengaruh kepada kompetensi belum mendapat perhatian
dari pihak madrasah, dengan alasan selama ini pembelajaran masih bisa
dilaksanakan dengan baik dan juga kondisi keuangan madrasah yang belum stabil. [29]
2. Kurang
membiasakan siswa berbicara bahasa Arab di kelas
Upaya
yang dilakukan guru yaitu dengan membiasakan anak berbicara bahasa Arab ketika
pembelajaran berlangsung dengan kalimat pendek seperti فهمتم dan ماسمك dan menanyakan kabar كيف حالك dan
menyapa siswa dengan صباح الخير pada awal pembelajaran.
3. Kurang
menggunakan variasi metode
Berkaitan dengan
problem kurang menggunakan variasi metode, guru bahasa Arab menjelaskan akan
menggunakan variasi metode yang lebih aplicable, efektif, dan efisien.
Sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lancar dan hasil belajar siswa
dapat dicapai secara optimal dan memuaskan. [30]
d. Lingkungan
1. Keluarga
Untuk
mengatasi kurangnya perhatian orang tua siswa setiap kesempatan mengundang wali
murid, baik ketika penerimaan nilai hasil ulangan maupun pada kesempatan lain
selalu dipesankan kepada orang tua agar lebih memperhatikan kemajuan belajar
anak.[31]
2. Masyarakat
Persoalan
lingkungan masyarakat belum ada tindakan yang diupayakan oleh sekolah karena
diperlukan adanya kerjasama dan dukungan dari masyarakat desa Pecangakan.
3. Sekolah
Permasalahan
kurangnya sarana dan prasarana sekolah dalam hal ini pihak sekolah berupaya
untuk terus melengkapi dan memperbaiki sarana dan prasarana untuk menunjang
proses kegiatan belajar mengajar yang lebih baik, walaupun masih sulit karena
status sekolah sendiri yang masih berstatus swasta.
Demikian beberapa upaya
yang dilakukan oleh kepala madrasah dan guru MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan dalam
mengatasi problematika pembelajaran bahasa Arab, meskipun beberapa upaya diatas
masih bersifat program atau rencana, tetapi peneliti yakin kalau upaya-upaya
diatas dapat direalisasikan maka pembelajaran bahasa Arab di kedua MTs tersebut
akan berhasil.
[1]
Hasil Observasi di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal
Kab. Pemalang 20 Juni 2017
[2]
Dokumentasi tentang Sejarah Berdirinya Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah
Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang 20 Juni 2017
[3]
Dokumentasi tentang Tujuan Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec.
Comal Kab. Pemalang 20 Juni 2017
[4]
Dokumentasi tentang Visi dan Misi
Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang 6 Mei
2017
[5]
Dokumentasi tentang struktur organisasi Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah
Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang 6 Mei 2017
[6]
Dokumentasi tentang Keadaan Sarana dan Prasarana di Madrasah Tsanawiyah Asy
Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang 6 Mei
2017
[7]
Dokumentasi tentang Keadaan Guru Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan
Kec. Comal Kab. Pemalang 6 Mei 2017
[8]
Dokumentasi tentang Keadaan Guru Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan
Kec. Comal Kab. Pemalang 6 Mei 2017
[9]
Dokumentasi tentang Keadaan Siswa di
Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang 6 Mei
2017
[10]
Agus Yandi, Guru
Bahasa Arab Kelas IX, Wawancara, (Pemalang, 16 Agustus 2017).
[12] Observasi
pembelajaran bahasa Arab yang dilakukan oleh bapak Agus Yandi di kelas IXA MTs
Asy Syafi’iyah Pecangakan pada tanggal 16 Agustus 2017
[13]
Agus Yandi, Guru
Bahasa Arab Kelas IX, Wawancara, (Pemalang, 16 Agustus 2017).
[14]
Observasi
pembelajaran bahasa Arab yang dilakukan oleh bapak Agus Yandi di kelas IXB MTs
Asy Syafi’iyah Pecangakan pada tanggal 10 Agustus 2017
[15]
Agus Yandi, Guru
Bahasa Arab Kelas IX, Wawancara, (Pemalang, 15 Agustus 2017)
[16] Ahmad Fauzi, kepala MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan , Wawancara,
(Pemalang, 15 Agustus 2017)
[17] Observasi
pembelajaran bahasa Arab di kelas IXB pada tanggal 16 oktober 2017
[18]
Agus Yandi, Guru
Bahasa Arab Kelas IX, Wawancara, (Pemalang, 15 Agustus 2017)
[19]
Ahmad Fauzi,
kepala MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, wawancara, (Pemalang, 10 Juli 2017)
[20] Observasi
pembelajaran bahasa Arab di kelas IXB pada tanggal 16 Agustus 2017 dan data
kuisioner siswa MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan
[21] Agus Yandi, Guru
Bahasa Arab Kelas IX, wawancara, ( Pemalang, 15 Agustus 2017) dan data
kuisioner siswa MTs Asy Syafi’iyah
Pecangakan
[22] Rizka Inayah
dan Sufchul Ladzati siswa kelas IXA MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, wawancara
, (Pemalang, 08 Oktober 2017 ) dan data siswa MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan
[23] Agus Yandi, Guru
Bahasa Arab Kelas IX, Wawancara, (Pemalang, 15 Agustus 201716 Agustus
2017) dan data angket siswa MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan
[24] Observasi di
ruang guru MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan pada tanggal 7 Agustus 2017 dan data
siswa MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan
[25]
Akrom Hasani
karyawan bagian tata usaha di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, wawancara, (Pemalang, 16 Agustus
2017)
[26] Agus Yandi, Guru
Bahasa Arab Kelas IX, Wawancara, (Pemalang, 12 September 2017)
[27]
Ahmad Fauzi,
kepala MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, wawancara, (Pemalang, 20Agustus
2017)
[28] Agus Yandi, Guru Bahasa Arab Kelas IX, Wawancara, (Pemalang,
24 Agustus 2017)
[29]
Ahmad Fauzi,
kepala MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, wawancara, (Pemalang, 29 Agustus 2017)
[30]
Agus Yandi, Guru
Bahasa Arab Kelas IX, Wawancara, (Pemalang, 24 Agustus 2017)
[31]
Ahmad Fauzi,
kepala MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, wawancara, (Pemalang, 29 Agustus 2017)
Comments
Post a Comment