Contoh Skripsi Bahasa Arab Bab 3 A

 

BAB III

GAMBARAN UMUM MTs ASY SYAF’IYAH PECANGAKAN DAN PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MTs ASY SYAFI’IYAH PECANGAKAN

A.    Gambaran Umum MTs As Syaf’iyah Pecangakan

1)      Letak Geografis

          Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Comal terletak di desa Pecangakan yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk. Posisinya tidak jauh dari jalan raya arah Comal ke Sragi yang jarak dari jalan raya ke madrasah hanya sekitar 100 meter. Tepatnya di jalan Dahlia nomor 148 desa Pecangakan kecamatan Comal kabupaten Pemalang.

Selain itu, letak madrasah juga dekat dengan pondok pesantren serta berada di lingkungan masyarakat muslim yang agamis sehingga membuat madrasah ini memiliki potensi sumber daya masyarakat yang sangat mendukung dalam proses belajar pendidikan agama, tidak terkecuali pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah tersebut.

          Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah juga berada satu lokasi dengan lembaga pendidikan Madrasah Aliyah (MA), pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sehingga Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah dapat menjadi alternatif pilihan untuk melanjutkan jenjang sekolah menengah.[1]

2)      Profil  Madrasah

a)      Sejarah Berdiri

Peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah suatu hal yang sangat strategis untuk tercapainya kehidupan bangsa Indonesia yang berkemajuan dimasa-masa yang akan datang. Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) ini, Madrasah adalah salah satu lembaga pendidikan yang ikut andil dalam bagian peningkatan kualitas SDM. Selain hal tersebut, muncul permasalahan yang menyangkut pendidikan usia sekolah sesudah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) bagi masyarakat Comal dan sekitarnya, sedangkan pada tahun 2001 di Comal belum tersedia sekolah lanjutan tingkat pertama yang memiliki pola pengajaran berimbang antara pendidikan umum dan agama.

            Sebagian dari kalangan orang tua berharap serta menginginkan agar anak-anaknya kelak pada masa mendatang memiliki dua keunggulan sekaligus, yaitu keunggulan dalam bidang ilmu pengetahuan dan keterampilan disatu sisi dan keunggulan bidang spiritual disisi yang lain. Oleh karena itu seiring makin meningkatnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan umum dan agama dan didukung oleh banyaknya lulusan SD/MI yang tidak mampu melanjutkan sekolah ke SLTP Negeri karena faktor ekonomi dan faktor lainnya, maka dengan do`a restu dari kyai-kyai di sekitar Comal akhirnya terbentuklah Pengurus YPI Asy Syafi’iyyah Pecangakan Comal dan mendirikan Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyyah dengan NSS/NPSN 121233270026/20364615 yang dibangun diatas tanah milik sendiri tepatnya pada tahun 2001 dan mulai dioperasikan pada tahun itu juga dengan struktur organisasi sebagai berikut :

1.      Kepala Madrasah              : Nurhamid, BA

2.      Wakamad                          : Zuhdi Aminudin, S.Ag

3.      Kurikulum                         : Imam Sugardo, S.Pd

4.      Bendahara                         : Endang S, S.Ag

            Dari waktu ke waktu MTs. Asy Syafi’iyah terus mengalami perkembangan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Maka pada tahun 2015 dari Akreditasi pendidikan yang dilakukan Departemen Agama, MTs. Asy Syafi’iyyah  memperoleh status terakreditasi  dengan terdaftar pada piagam nomor : Kw.11.4/4/PP.03.2/624.27.01/2006 berlaku dengan statusnya Terakreditasi ” B ”. Sebagai bentuk penghargaan dan upaya yang dilakukan dalam peningkatan pelayanan pendidikan secara lebih bermutu kepada masyarakat.[2]

b)      Tujuan, Visi dan Misi MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan adalah:

1.      Tujuan Madrasah

a)        Menciptakan  Muslim  Indonesia  yang  cakap, cerdas terampil, tangkas  berwibawa   serta  mampu  berwiraswasta.

b)        Membebaskan  muslim  Indonesia  pada khususnya, bangsa Indonesia pada umumnya dari pada segala macam kebodohan, kemiskinan, kemelaratan dan keterbelakangan.

c)        Menciptakan muslim Indonesia yang sejahtera spirituil dan materiil, sehat jasmani dan rohani.

d)       Turut menegakkan Agama yang diridhoi oleh Allah SWT, dengan membina manusia-manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.[3]

2.      Visi

DISIPLIN, KREATIF, BERIMAN, BERILMU, BERTAKWA, DAN BERAMAL BERAZAZKAN AHLUSSUNAH WAL JAMA’AH.

3.      Misi

a)        Menumbuhkan penghayatan ajaran agama Islam serta budaya bangsa dan mengamalkannya.

b)        Melaksanakan bimbingan yang efektif dan efisian secara optimal.

c)        Menumbuhkan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif  dan efektif.

d)       Menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama dan jiwa juang yang tinggi.

e)        Menerapkan manajemen partisipasi yang melibatkan seluruh komponen madrasah  dan komponen kepentingan yang terkait dengan madrasah.

f)         Mengaktifkan hubungan kerjasama yang baik antara madrasah dan komite madrasah untuk menjadi madrasah yang unggul.[4]

3)      Struktur Organisasi

a)      Struktur organisasi MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan

      Lembaga pendidikan Madrasah merupakan lembaga yang memiliki tujuan tertentu dalam melaksanakan suatu proses pembelajaran. Untuk dapat mewujudkan tujuan dari Madrasah, maka dibentuk struktur organisasi Sekolah secara jelas. Agar setiap aspek pelaksanaan pendidikan, dari proses pengorganisasian, pembelajaraan, pendanaan hingga keamanan dan kegiatan yang ada di Madrasah dapat terlaksana dengan baik. Adapaun struktur organisasi Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Comal sebagai berikut:

STRUKTUR ORGANISASI[5]

Kepala Madrasah

Ahmad Fauzi, S.Pd

Dewan/ Komite

Agus Yandi, S.Pd.I

Tata Usaha

Akrom Hasani, S.Kom

 

 

 


- - - - - - - -

Wk. Ur Kesiswaan

Turjannah, SH.I

Wk. Ur Kurikulum

Mariyatul Qibtiyah, SH

WK. Ur Sarpras

Dra.Casmonah

WK. Ur Humas

Lukmanul Hakim, S.Ag

JABATAN

Wali Kelas VII A

Fitriyani, S.Pd

Wali Kelas VII B

Tri Sundoro, S.E

Wali Kelas VIII A

Kholipah, S.S

Wali Kelas VIII B

Drs. H. Sunarman

Wali Kelas IX A

Lukmanul Hakim, S.Ag

Wali Kelas IX B

Muthoharoh, S.Pd

 


 


b)      Sarana dan Prasarana

Sarana dan Prasarana yang diperlukan oleh Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah pecangakan diantaranya adalah berupa fasilitas gedung, ruang kelas, kantor Guru, kantor TU. Untuk sarana dan prasarana di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan  Comal seperti yang dapat dilihat pada tabel 4 terdapat sejumlah sarpras yang tersedia, guna menunjang proses pendidikan. Ada 14 sarpras dalam keadaan baik, 8 sarpras rusak ringan dan 1 diantaranya rusak berat. meskipun telah tersedianya beberapa sarpras seperti yang terlampir pada tabel 4, akan tetapi di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan dirasa masih kurang sarana dan prasarana lain dan perbaikan yang diperlukan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 4.[6]

 

 

NO

 

 

JENIS RUANG

MILIK

BUKAN MILIK

BAIK

RUSAK RINGAN

RUSAK

BERAT

 

 

Jml

 

 

LUAS

( m2 )

Jml

Luas (m2)

Jml

Luas (m2 )

Jml

Luas (m2)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

1

2

3

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

Ruang Teori/ Kelas

Laboratorium IPA

Laboratorium Bahasa

Laboratorium Komputer

Laboratorium Multimedia

Ruang Perpustakaan

Ruang UKS

Koperasi / Toko

Ruang BP / BK

Ruang Kepala Sekolah

Ruang Guru

Ruang TU

Ruang OSIS

Kamar Mandi/ WC. Guru

Kamar Mandi/ WC. Siswa

Gudang

4

-

-

1

-

1

1

-

1

1

1

1

1

1

1

-

 

224

-

-

20

-

24

4

-

9

6

24

20

20

6

6

-

2

1

-

-

1

-

-

1

-

-

-

-

-

1

1

1

 

112

16

-

-

12

-

-

6.25

-

-

-

-

-

6

6

24

 

1

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

 

56

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

 

 

7

1

1

1

1

1

 

-

1

1

1

1

-

2

2

1

 

392

16

20

20

12

24

-

-

9

6

24

20

-

12

16

24

.   

 

c)      Data Guru

Guru merupakan salah satu dari komponen yang penting dalam suatu lembaga pendidikan, dimana Guru merupakan tenaga pendidikan yang ikut berperan dalam membentuk kualitas dan kuantitas peserta didik di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan.

Pada tabel 1 menunjukan bahwa jumlah guru berjumlah 19, terdiri dari guru tetap PNS 4 orang dan guru tetap yayasan 15 orang. Serta pegawai tetap yayasan (PTY) wiyatabakti berjumlah 5 orang.

Tabel 1.[7]

Data Guru Madrasah Tsanawiyah Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang

Uraian

Jumlah

 

Keterangan

L

P

Jumlah

1.

Guru Tetap/ PNS

3

1

4

 

2.

Guru Tetap Yayasan

9

6

15

 

3.

Guru Validasi

 

 

 

 

4.

Guru Wiyatabakti

 

 

 

 

5.

Pegawai Tetap

 

 

 

 

6.

PTY. Validasi

 

 

 

 

7.

PTY. Wiyatabakti

3

2

5

 

 

Tabel 2, menunjukan tingkat pendidikan dari guru dan staff TU. Guru berjumlah 16 orang merupakan lulusan sarjana S1. Hal ini menunjukan bahwa untuk tenaga kependidikan MTs Asy Syafi’iyah sudah memenuhi standar bagi seorang guru yakni minimal sarjana S1. sedangkan untuk staff TU hanya 1 orang yang termasuk lulusan sarjana S1 dan dua orang staff TU yang lain merupakan lulusan SLTA.

 

 

 

Tabel 2.[8]

Ijasah  :

SD

SLTP

SLTA

D2

SARMUD/D3

S1

S2

JUMLAH

Guru

 

 

 

 

 

16

 

16

TU

 

 

2

 

 

1

 

3

Petugas kebersihan

 

1

 

 

 

 

 

1

SATPAM

 

 

1

 

 

 

 

1

Total

21

 

d)     Keadaan Siswa

Siswa atau peserta didik yang ada  di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang sebagian besar berasal dari daerah Pecangakan, dan ada sebagian yang berasal dari kecamatan Comal yang mondok di pesantren yang berlokasi dekat dengan Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang tersebut.

Dapat dilihat pada tabel 3, jumlah siswa yang masuk ke MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan mengalami kenaikan dan penurununan jumlah siswa. Dimana pada tahun 2005 – 2014 mengalami kenaikan yang cukup signifikan, namun pada tahun 2014 – sekarang siswa yang masuk ke MTs Asy Syafi’iyah mengalami sedikit penurunan jumlah siswa.

 

 

 

 

 

Tabel 3.[9]

Keadaan Data Siswa di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang

Kelas

Jumlah Siswa

2005/ 2006

2006/ 2007

 

2007/ 2008

 

2008/ 2009

2009/ 2010

2012/ 2013

2013/ 2014

2014/ 2015

2015/2016

2016/2017

 

2017/2018

 

VII

40

35

44

48

35

97

63

64

64

66

61

VIII

42

40

35

44

48

71

97

63

64

66

66

IX

27

42

40

35

44

52

71

97

63

59

66

Jumlah

109

117

119

127

127

220

231

224

191

191

193

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.     Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan

Setelah peneliti mengadakan wawancara dengan guru bahasa Arab, maka diperoleh informasi bahwa  proses pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan melalui 3 tahapan sebagai berikut :

1.      Perencanaan

Dalam melaksanakan pembelajaran, guru di MTs Asyafi’iyah Pecangakan termasuk guru bahasa Arab dibekali dengan perangkat pembelajaran seperti absensi siswa, daftar nilai, kalender pendidikan, dan program harian yang telah disusun oleh tim kurikulum. Hal tersebut dijelaskan oleh bapak Agus Yandi, S.PdI. Bapak Agus Yandi juga mengatakan: “dalam melakasanakan pembelajaran semua guru di MTs Asyafi’iyah Pecangakan termasuk saya dibekali dengan buku yang berisi antara lain: absensi siswa, daftar nilai, kalender pendidikan, dan program harian. Sedangkan silabus dan RPP disusun sendiri oleh guru mata pelajaran. Namun yang paling penting keberadannya bagi saya adalah RPP karena didalamnya memuat acuan dan langkah-langkah ketika saya melakukan pembelajaran di kelas ”.[10]  Dari hasil wawancara juga dapat dipahami bahwa guru bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan sebelum melaksanakan pembelajaran sudah menyiapkan perangkat pembelajaran. Sebagaimana yang dilaksanakan di madrasah-madrasah lain.

Selain itu, guru bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan dalam kegiatan belajar mengajar menerapkan teori dan metode pembelajaran, diantaranya adalah metode ceramah: kegiatan ini biasanya digunakan untuk memulai kegiatan pembelajaran terutama pada awal pembelajaran. Metode diskusi: untuk mendiskusikan materi yang berkaitan dengan tema yang sedang diajarkan. Metode tanya jawab: kegiatan ini dilakukan dengan cara guru bertanya kepada siswa atau sebaliknya  berkaitan dengan tema pembelajaran yang sedang diajarkan.

Data ini penulis peroleh dari hasil wawancara dan studi dokumentasi yang peneliti lakukan terhadap perangkat pembelajaran yang berupa rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat oleh guru bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan.[11]

2.      Pelaksanaan

Adapun rangkaian proses pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan adalah sebagai berikut:

a.       Pendahuluan

Pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan pada hari Rabu untuk kelas IXA dimulai pukul 10.00-10.55 dan untuk kelas IXB adalah pada pukul 11.00-11.55. sedangkan pada hari Kamis pembelajaran dimulai pukul 09.00-10.55 untuk kelas IXA dan pukul 11.00-12.55 untuk kelas IXB. Sedangkan pada pukul 07:00 diisi dengan pelatihan membaca Al-Quran yang diadakan oleh sekolah diperuntukkan khusus bagi siswa yang masih kesulitan dalam membaca tulisan Arab.

Hasil observasi pembelajaran bahasa Arab di kelas IXA. Guru bahasa Arab masuk ke kelas tepat pukul 09:00 dan mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, dan doa bersama. Selanjutnya guru mengabsen siswa dilanjutkan memberi nasehat dan motivasi kepada siswa agar lebih giat belajar bahasa Arab. dilanjutkan dengan guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran pada hari itu. Materi yang diajarkan adalah menulis/kitabah dengan standar kompetensi ”Mengungkapkan pikiran, perasaan, pengalaman dan informasi melalui kegiatan menulis tentang المناسبات الدينية/peringatan hari-hari besar keagamaan” , dan kompetensi dasar “Siswa dapat menulis kata, frase dan kalimat sederhana tentang peringatan hari-hari besar keagamaan dan siswa dapat mengungkapkan informasi dan gagasan secara tertulis dalam kalimat  sederhana tentang peringatan hari-hari besar keagamaan.

b.      Kegiatan inti

Kegiatan inti dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi kegiatan awal, eksplorasi, elaborasi dan, konfirmasi.

1.      Kegiatan awal

Guru mengulas kembali materi tentang المناسبات الدينية, Guru menyediakan/memberikan kalimat-kalimat kepada siswa tentang materi kitabah

2.      eksplorasi

Guru memberikan tugas menyusun kalimat-kalimat yang disediakan oleh guru tentang المناسبات الدينية.

3.      Elaborasi

Siswa merangkai kata-kata acak menjadi sebuah kalimat yang berkaitan dengan المناسبات الدينية kemudian siswa menulis pertanyaan untuk jawaban yang disediakan oleh guru dengan baik dan benar dilanjutkan siswa menyusun kalimat dengan menggunakan kata-kata atau mufrodat yang disediakan dengan bimbingan guru.

4.      Konfirmasi

Guru memberikan penguatan tentang kesimpulan المناسبات الدينية

c.       Kegiatan Penutup

Guru melaksanakan penilaian lisan dan memberikan tugas pengayaan kemudian pembelajaran ditutup dengan bacaan hamdalah dan salam.[12]

3.      Evaluasi

Berdasarkan wawancara dengan bapak Agus Yandi menyatakan bahwa evaluasi pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan ada 3 macam yaitu:

1.      Evaluasi harian

Evaluasi ini dilakukan stiap hari pada waktu akhir pembelajaran dengan cara bertanya kepada siswa tentang materi yang berhubungan dengan materi yang telah diajarkan. Apabila siswa mampu menjawab dengan benar berarti pembelajaran dapat dikatakan berhasil.

2.      Evaluasi formatif

Evaluasi ini dilakukan pada setiap akhir pembahasan topik dan dimaksudkan ntuk mengetahui sejauh manakah suatu proses pembelajaran telah berjalan sebagaimana yang telah direncanakan.

3.      Evaluasi sumatif

Evaluasi ini dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang didalamnya tercakup lebih dari satu pokok bahasan dan dimaksudkan untuk mengetahui  sejauhmana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit ke unit berikutnya.[13]

C.     Problematika Pembelajaran Bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan

Berikut ini adalah data hasil angket tentang pembelajaran bahasa Arab siswa di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan tahun pelajaran 2017/2018. Untuk memperoleh data tentang tingkat proses pembelajaran bahasa Arab siswa di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, penulis memakai data kuisioner dan meminta sejumlah responden yang berjumlah 50 siswa untuk mengisi jawaban dari pertanyaan yang penulis sediakan. Masing-masing kuisioner terdiri atas 20 item pertanyaan melalui empat alternatif jawaban dengan bobot sebagai berikut:

Ø  Alternatif jawaban A dan B memiliki arti “YA”

Ø  Alternatif jawaban C dan D memiliki arti “TIDAK”

 

No

Pertanyaan

Jawaban

Jawaban Terbesar

Selalu (A)

Sering (B)

Pernah (C)

Tidak Pernah (D)

1

Apakah siswa menyukai bahasa Arab

7

17

18

8

24(48%) siswa menyukai bahasa Arab dan 26(52%) siswa tidak menyukai

2

Apakah siswa memperhatikan pelajaran ketika pembelajaran sedang berlangsung

25

19

6

0

44(88 %) siswa memperhatikan dan 6(12%) tidak memperhatikan

3

Apakah siswa mengerjakan tugas pelajaran bahasa Arab yang diberikan guru di sekolah

20

14

16

0

34(68%) siswa mengerjakan tugas dan 16(32%)tidak mengerjakan

4

Apakah siswa menemui kesulitan atau masalah dalam belajar bahasa Arab

7

12

29

2

19(38%)siswa merasa kesulitan dan 31(62%) siswa tidak merasa sulit

5

Apakah anda menganggap pelajaran bahasa Arab adalah pelajaran yang membosankan

0

1

28

21

1(2 %) siswa beranggapan  membosankan dan 49(98%) tidak

6

Apakah anda menganggap bahasa Arab adalah pelajaran yang menakutkan

0

2

12

36

2 (4%)siswa beranggapan menakutkan dan 48(96%) tidak

7

Apakah guru menggunakan bahasa Arab dalam mengajar

7

30

11

1

37(74%) siswa menyatakan guru menggunakan bahasa Arab dan 13(26%) tidak

8

Pertanyaan tentang apakah guru memberikan semangat dalam mengajar

17

7

15

11

24(48%) siswa menyatakan guru memberi semangat dan 26(52%) tidak

9

Apakah guru selalu membiasakan kamu untuk berbicara bahasa Arab di kelas

4

10

27

9

14(28%) siswa menjawab guru membiasakan dan 36(72%) tidak

10

Apakah kamu suka dengan cara mengajar guru bahasa Arab di sekolah

18

16

16

0

34 (68%)siswa suka dengan cara mengajar guru 16(32%) tidak

11

Pertanyaan tentang apakah guru bahasa Arab menggunakan variasi metode dalam pembelajaran bahasa Arab

11

9

24

6

20(40%) siswa menyatakan guru menggunakan variasi metode dan 30(60%) tidak

12

Apakah guru menggunakan media pembelajaran dalam mengajar bahasa Arab

23

6

8

13

29(58%) siswa menjawab guru menggunakan media dan 21(42%) tidak

13

Apakah guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya, baik di tengah pelajaran berlangsung maupun setelah selesai materi diajarkan (umpan balik)

24

15

11

0

39(78%) siswa menjawab guru memberikan umpan balik dan 11(22%) tidak

14

Apakah guru mengulang pelajaran yang belum dipahami siswa

25

16

9

0

41(82%) siswa menyatakan guru mengulang pelajaran yang dipahami siswa dan 9(18%) tidak

15

Apakah guru mampu menguasai kondisi kelas saat pelajaran berlangsung

21

12

15

2

33(66%) siswa menjawab guru mampu menguasai kondisi kelas dan 17(34%) tidak

16

Apakah guru sering melakukan evaluasi setelah akhir pembelajaran

21

9

18

2

30(60%) siswa menyatakan guru melakukan evaluasi dan 20(40%) tidak

17

Apakah keluarga siswa menyuruh belajar bahasa Arab dengan rajin

11

6

25

8

17(34%) siswa menyatakan bahwa keluarga menyuruh belajar bahasa Arab dan 34(68%) tidak

18

Apakah di TPQ/madin diajarkan bahasa Arab

16

8

17

9

24(48%) siswa menjawab bahwa di TPQ/madin diajarkan bahasa Arab dan 26(52%) tidak

19

Apakah siswa di sekolah dianjurkan memakai bahasa Arab

1

2

19

28

3(6%) siswa menyatakan kalau di sekolah dianjurkan memakai bahasa Arab dan 47(94%) tidak

20

Apakah siswa dipinjami buku paket bahasa Arab ketika pembelajaran

50

0

0

0

50(100)% siswa dipinjami buku paket ketika pembelajaran

 

Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan data kuisioner yang penulis kumpulkan, ada beberapa problematika pembelajaran bahasa Arab, diantaranya:

1.      Problem Linguistik

a.       Siswa belum bisa membaca tulisan Arab

Dari sebagian siswa kelas IX, masih ditemukan beberapa orang siswa yang masih belum bisa membaca tulisan Arab dengan lancar.

b.      Kesulitan dalam menulis Arab dengan dikte

Banyak siswa yang merasa kesulitan ketika menulis Arab dengan dikte. Kesalahan tersebut diantaranya dalam hal menyambung huruf antar kalimah yang dibaca al-nya dengan yang tidak dibaca al-nya seperi menulis الشمس menjadi اشمس dan juga kesulitan dalam menulis huruf Arab yang hampir sama makhrajnya seperti menulis huruf ع dengan ء, ح  dengan ه, ض dengan ظ, dan lain-lain.

c.       Siswa masih kesulitan dalam mengartikan bacaan

Materi yang dirasa sulit bagi siswa adalah menerjemahkan, dengan alasan susunan subjek dan predikat bahasa Arab sering dibalik ketika diartikan menjadi bahasa Indonesia seperti ذهب محمد الى المدرسة  diartikan pergi Muhammad ke sekolah, padahal arti yang tepat adalah Muhammad pergi ke sekolah .

d.      Ketidaksesuaian menyusun kalimat dengan jenis kata kerja yang tepat

Ketika guru menyuruh membuat kalimat dengan bahasa Arab sebagian besar siswa tidak memperhatikan kata kerja yang sesuai, baik dari jenisnya (mudzakar atau mu’anats) maupun bilangannya (mufrad, tasniyah, dan jamak). Sebagai contoh ketika guru menyuruh membuat kalimat telah berdiri Fatimah kebanyakan siswa menulis dengan قام فاطمة.[14]

2.      Problem Non Linguistik

a.       Siswa

Secara umum pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan dari faktor siswa tidak mengalami masalah artinya pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan dapat dikatakan sudah cukup baik. Bapak Agus Yandi, S.Pdi mengatakan: ”secara umum pembelajaran bahasa Arab disini sudah berjalan kondusif walaupun masih ada sedikit kendala berkaitan dengan siswa yang belum bisa membaca tulisan Arab”.[15]

Problematika pembelajaran bahasa Arab yang penulis temukan berkaitan dengan siswa di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, diantaranya adalah:

1.   Latar belakang pendidikan siswa yang heterogen

Bapak Ahmad Fauzi, S.Pdi menjelaskan bahwa siswa MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan sebagian besar berasal dari masyarakat biasa, dan sebagian kecil ada yang tinggal di pesantren, sehingga siswa yang tinggal di rumah orang tua, khususunya yang alumni sekolah dasar (SD) banyak yang belum mengenal bahasa Arab.[16]

2.   Kurangnya motivasi siswa MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan

Ketika penulis melakukan observasi di kelas dan penulis diberi kesempatan untuk menyapa siswa-siswa kelas IXB kemudian penulis bertanya kepada seluruh siswa kelas IXB tentang pelajaran bahasa Arab dan hampir seluruh siswa menjawab sulit dan berdasarkan angket yang penulis berikan kepada seluruh siswa yang berjumlah 50 siswa. Hasilnya 26 siswa menjawab kurang menyukai bahasa Arab.[17]

b.      Waktu pembelajaran yang kurang

Waktu yang tersedia untuk mengajarkan bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan 3 jam pelajaran perminggu dan dirasa sangat kurang dan tidak memadai. Hal ini menyebabkan tidak tuntasnya penyampaian materi bahasa Arab sesuai kurikulum. Hal ini disampaikan oleh bapak Agus Yandi guru bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan.[18]

c.       Guru

Problematika pembelajaran bahasa Arab yang penulis temukan berkaitan dengan guru, antara lain:

1.      Kualifikasi ijazah guru bahasa Arab yang belum sesuai

Guru bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan hanya satu yaitu bapak Agus Yandi lulusan Tarbiyah jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI).[19]

2.      Kurang membiasakan siswa untuk berbicara bahasa Arab di kelas

Ketika melakukan observasi, penulis menemukan banyak siswa di kelas IXB yang tidak bisa membalas sapaan selamat siang dalam bahasa Arab dan ketika penulis bertanya apa kabar dalam bahasa Arab juga siswa tidak bisa menjawab dan berdasarkan data kuisioner siswa, 72% siswa menyatakan guru kurang membiasakan siswa berbicara bahasa Arab di kelas.[20]

3.      Kurang menggunakan variasi metode dalam mengajar

Ketika wawancara, guru bahasa Arab mengatakan bahwa guru hanya menerapkan metode ceramah dan tanya jawab dan berdasarkan data kuisioner siswa, 60% siswa menjawab guru kurang menggunakan variasi metode dalam mengajar .[21]

d.      Lingkungan

1.      Keluarga

Dari hasil wawancara dengan Rizka Inayah dan Sufchul Ladzati masing-masing siswa kelas IXA menyatakan bahwa orang tuanya jarang sekali menyuruh ataupun mengingatkan untuk belajar bahasa Arab karena orang tuanya sendiri dengan bahasa Arab masih terasa asing dan berdasarkan data kuisioner siswa sebanyak 68% siswa menyatakan bahwa orang tua mereka tidak pernah menyuruh belajar bahasa Arab .[22]

2.      Masyarakat

Selain itu, Realita yang ada di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan dijelaskan oleh Bapak Agus Yandi bahwa hampir seluruh wilayah dimana siswa tinggal, tidak ada satupun lingkungan atau dusun yang menggunakan percakapan bahasa Arab, tidak terkecuali di madrasah diniyah maupun pesantren, madrasah diniyah dan pesantren yang di tempati siswa hanya mengajarkan mufrodat dan ilmu alat, untuk muhadasahnya belum diterapkan dan berdasarkan data siswa sebanyak 52% siswa menjawab di TPQ/madin tidak diajarkan bahasa Arab.[23]

3.      Sekolah

Berdasarkan wawancara dengan beberapa pihak terkait dan observasi ke MTs Asyafi’iyah Pecangakan dari pihak sekolah belum mewajibkan siswanya untuk berbahasa Arab setiap harinya sebagai bahasa resmi di sekolah tersebut. Begitu juga antara guru dengan guru dan guru dengan karyawan, hal ini dikarenakan guru dan karyawan berasal dari lingkungan pendidikan yang berbeda sehingga apabila bahasa Arab digunakan sebagai bahasa wajib maka justru akan menyulitkan dalam berkomunikasi dan berdasarkan data siswa sebanyak 94% siswa menyatakan bahwa di sekolah tidak ada anjuran memakai bahasa Arab .[24]

e.       Sarana dan prasarana kurang memadai

Fasilitas yang dimiliki MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan untuk menunjang pembelajaran masih terbatas antara lain CD, TV, dan alat peraga. Sedangkan laboratorium bahasa madrasah juga belum tersedia. Hal ini disampaikan oleh karyawan bagian tata usaha bahwa di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan dirasa masih kurang sarana dan prasarana lain dan dan kalaupun ada banyak sarana dan prasarana yang perlu perbaikan.[25]

D.     Solusi Untuk Mengatasi Problematika Pembelajaran Bahasa Arab

1.      Problem Linguistik

a.       Mengatasi siswa yang kurang mengenali bentuk atau tulisan huruf Arab, belum bisa membaca tulisan Arab. usaha yang dilakukan guru dalam mengatasi problem tersebut adalah memberikan pelajaran tambahan khusus membaca al-Quran di pagi hari sebelum jam pelajaran dimulai.

b.      Upaya yang dilakukan guru untuk siswa yang kesulitan menulis dengan dikte yaitu setiap pembelajaran bahasa Arab guru melatih anak menulis Arab dengan dikte/imla minimal 2 kata.

c.       Agar siswa  tidak kesulitan dalam mengartikan bacaan, guru bahasa Arab selalu memberikan tugas di luar kelas utuk menghafal mufrodat dan menterjemah suatu kalimat.

d.      Mengatasi siswa yang kesulitan menyusun kalimat dengan jenis kata kerja yang tepat yaitu setiap pertemuan, guru bahasa Arab memberikan tugas di rumah untuk menghafalkan tasrif baik istilahi maupun lughowi dan setoran di tiap hari pembelajaran berikutnya.

2.      Problem non longuistik

a.       Siswa

1.      Upaya guru bahasa Arab untuk mengatasi problem yang berkaitan dengan latar belakang pendidikan yang berbeda yaitu dengan sering memberikan tugas pekerjaan rumah termasuk tugas menghafalkan mufrodat.[26] Sedangkan dari pihak madrasah sendiri berupaya mengklasifikasikan siswa yang mempunyai kemampuan bahasa Arab lebih baik di tempatkan di kelas A dan yang mempunyai kemampuan bahasa Arab lebih rendah di tempatkan di kelas B.[27]

2.      Mengatasi siswa yang kurang motivasi untuk belajar bahasa Arab yaitu dengan Selalu memberi motivasi kepada siswa sebelum dan sesudah pelajaran untuk selalu berlatih dan tidak putus asa serta dalam belajar bahasa Arab tidak boleh dijadikan beban karena ilmu yang nantinya diperoleh akan sangat berharga sebagai bekal hidup di masyarakat dan bekal ibadah kepada Allah SWT.[28]

b.      Waktu pembelajaran yang kurang

Berkaitan dengan problem kurangnya waktu, Kepala Madrasah menjelaskan selama ini pembelajaran bahasa Arab sudah ditambah menjadi 3 jam pelajaran per minggu dan hal ini sebenarnya sudah melebihi dari standar waktu pembelajaran bahasa Arab menurut kementerian Agama.

c.       Guru

1.      Kualifikasi ijazah guru yang belum sesuai

Problem kualifikasi ijazah yang berpengaruh kepada kompetensi belum mendapat perhatian dari pihak madrasah, dengan alasan selama ini pembelajaran masih bisa dilaksanakan dengan baik dan juga kondisi keuangan madrasah yang belum stabil. [29]

2.      Kurang membiasakan siswa berbicara bahasa Arab di kelas

Upaya yang dilakukan guru yaitu dengan membiasakan anak berbicara bahasa Arab ketika pembelajaran berlangsung dengan kalimat pendek seperti فهمتم dan ماسمك dan menanyakan kabar  كيف حالك  dan menyapa siswa dengan  صباح الخير  pada awal pembelajaran.

3.      Kurang menggunakan variasi metode

Berkaitan dengan problem kurang menggunakan variasi metode, guru bahasa Arab menjelaskan akan menggunakan variasi metode yang lebih aplicable, efektif, dan efisien. Sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lancar dan hasil belajar siswa dapat dicapai secara optimal dan memuaskan. [30]

d.      Lingkungan

1.      Keluarga

Untuk mengatasi kurangnya perhatian orang tua siswa setiap kesempatan mengundang wali murid, baik ketika penerimaan nilai hasil ulangan maupun pada kesempatan lain selalu dipesankan kepada orang tua agar lebih memperhatikan kemajuan belajar anak.[31]

2.      Masyarakat

Persoalan lingkungan masyarakat belum ada tindakan yang diupayakan oleh sekolah karena diperlukan adanya kerjasama dan dukungan dari masyarakat desa Pecangakan.

3.      Sekolah

Permasalahan kurangnya sarana dan prasarana sekolah dalam hal ini pihak sekolah berupaya untuk terus melengkapi dan memperbaiki sarana dan prasarana untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar yang lebih baik, walaupun masih sulit karena status sekolah sendiri yang masih berstatus swasta.

Demikian beberapa upaya yang dilakukan oleh kepala madrasah dan guru MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan dalam mengatasi problematika pembelajaran bahasa Arab, meskipun beberapa upaya diatas masih bersifat program atau rencana, tetapi peneliti yakin kalau upaya-upaya diatas dapat direalisasikan maka pembelajaran bahasa Arab di kedua MTs tersebut akan berhasil.

 



                [1] Hasil Observasi di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang 20 Juni 2017

                [2] Dokumentasi tentang Sejarah Berdirinya Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang 20 Juni 2017

                [3] Dokumentasi tentang Tujuan Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang 20 Juni 2017

                [4] Dokumentasi tentang Visi dan Misi  Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang 6 Mei 2017

                [5] Dokumentasi tentang struktur organisasi Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang 6 Mei 2017

                [6] Dokumentasi tentang Keadaan Sarana dan Prasarana di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang 6 Mei 2017

                [7] Dokumentasi tentang Keadaan Guru Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang 6 Mei 2017

                [8] Dokumentasi tentang Keadaan Guru Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang 6 Mei 2017

                [9] Dokumentasi tentang Keadaan Siswa di  Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang 6 Mei 2017

[10] Agus Yandi, Guru Bahasa Arab Kelas IX, Wawancara, (Pemalang, 16 Agustus 2017).

 

[12] Observasi pembelajaran bahasa Arab yang dilakukan oleh bapak Agus Yandi di kelas IXA MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan pada tanggal 16 Agustus 2017

[13] Agus Yandi, Guru Bahasa Arab Kelas IX, Wawancara, (Pemalang, 16 Agustus 2017).

[14] Observasi pembelajaran bahasa Arab yang dilakukan oleh bapak Agus Yandi di kelas IXB MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan pada tanggal 10 Agustus 2017

[15] Agus Yandi, Guru Bahasa Arab Kelas IX, Wawancara, (Pemalang, 15 Agustus 2017)

[16] Ahmad Fauzi,  kepala MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan , Wawancara, (Pemalang, 15 Agustus 2017)

[17] Observasi pembelajaran bahasa Arab di kelas IXB pada tanggal 16 oktober 2017

[18] Agus Yandi, Guru Bahasa Arab Kelas IX, Wawancara, (Pemalang, 15 Agustus 2017)

[19] Ahmad Fauzi, kepala MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, wawancara, (Pemalang, 10 Juli 2017)

[20] Observasi pembelajaran bahasa Arab di kelas IXB  pada tanggal 16 Agustus 2017 dan data kuisioner siswa MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan

[21] Agus Yandi, Guru Bahasa Arab Kelas IX, wawancara, ( Pemalang, 15 Agustus 2017) dan data kuisioner  siswa MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan

[22] Rizka Inayah dan Sufchul Ladzati siswa kelas IXA MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, wawancara , (Pemalang, 08 Oktober 2017 ) dan data siswa MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan

[23] Agus Yandi, Guru Bahasa Arab Kelas IX, Wawancara, (Pemalang, 15 Agustus 201716 Agustus 2017) dan data angket siswa MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan

[24] Observasi di ruang guru MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan pada tanggal 7 Agustus 2017 dan data siswa MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan

[25] Akrom Hasani karyawan bagian tata usaha di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, wawancara, (Pemalang, 16 Agustus 2017)

[26] Agus Yandi, Guru Bahasa Arab Kelas IX, Wawancara, (Pemalang, 12 September 2017)

[27] Ahmad Fauzi, kepala MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, wawancara, (Pemalang, 20Agustus 2017)

[28]  Agus Yandi, Guru Bahasa Arab Kelas IX, Wawancara, (Pemalang, 24 Agustus 2017)

[29] Ahmad Fauzi, kepala MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, wawancara, (Pemalang, 29  Agustus 2017)

[30] Agus Yandi, Guru Bahasa Arab Kelas IX, Wawancara, (Pemalang, 24 Agustus 2017)

[31] Ahmad Fauzi, kepala MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, wawancara, (Pemalang, 29  Agustus 2017)

Comments

Popular posts from this blog

Pedoman Transliterasi Arab Latin

Fungsi Hadits

Bolehkah Berdebat