Contoh Skripsi Bahasa Arab Bab 1

 

PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MTs ASY  SYAFI’IYAH PECANGAKAN COMAL PEMALANG

A.    Latar Belakang Masalah

            Belajar bahasa Arab bagi non Arab termasuk salah satu hal yang tidak bisa dihindari karena urgensi bahasa Arab bagi masyarakat dunia saat ini cukup tinggi, baik yang muslim maupun non muslim. Bahasa Arab saat ini sudah menjadi bahasa internasional dimana banyak sumber literatur menggunakan bahasa Arab.[1] Hal ini terbukti dengan banyaknya lembaga-lembaga pembelajaran bahasa Arab di berbagai negara.[2] Di sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan Islam di Indonesia pengajaran bahasa Arab dijadikan sebagai mata pelajaran wajib yang harus dipelajari siswa. Tujuan utama pembelajaran bahasa Arab adalah pengembangan kemampuan pelajar dalam menggunakan bahasa Arab baik lisan maupun tulis.[3]

            Sedangkan bahasa Arab di madrasah sudah dipersiapkan untuk pencapaian keterampilan dasar berbahasa yang mencakup empat keterampilan, yaitu: Pertama, maharah istima’ (menyimak) yaitu memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan yang berbentuk gagasan atau dialog sederhana. Kedua, kalam (berbicara) yaitu dengan mengungkapkan pikiran, gagasan, perasaan, pengalaman, serta informasi melalui kegiatan bercerita dan bertanya. Ketiga, qiroah (membaca) yaitu dengan memahami berbagai teks tertulis dalam bentuk gagasan atau dialog sederhana melalui kegiatan membaca, menganalisis, dan menemukan pokok pikiran. Keempat kitabah (menulis) yaitu mengungkapkan pikiran atau gagasan, perasaan, baik fiksi maupun non fiksi melalui kegiatan menulis.[4] Oleh karena itu, pembelajarannya pun harus mengacu kepada pemberian bekal bagi peserta didik, agar mereka dapat berkomunikasi baik aktif maupun pasif.

            Meskipun bahasa Arab memang telah lama berkembang di Indonesia. Namun pembelajaran bahasa Arab di Indonesia tetap saja memiliki banyak kendala dan problematika yang dihadapi, karena bahasa Arab bukan merupakan bahasa yang mudah dikuasai secara total. Problematika yang biasa muncul dalam pembelajaran bahasa Arab bagi non Arab terbagi dalam dua bagian, problematika linguistik dan non linguistik.[5]

            Problematika yang dihadapi tersebut antara lain disebabkan oleh adanya kecenderungan verbalisme, ketidaksiapan siswa, kurangnya minat serta kegairahan, dan sebagainya.[6] Oleh karena itu perlu dicari pemecahan yang tepat untuk mengatasi problematika tersebut, agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien sesuai tujuan yang diharapkan.

            Sedangkan di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, walaupun bahasa Arab sudah menjadi pelajaran pokok di sekolah tersebut, akan tetapi bagi banyak siswa untuk menyerap, memahami, dan menguasai bahasa Arab tidak semudah membalikkan telapak tangan. bahkan sebagian siswa menganggap bahasa Arab merupakan momok yang sangat menakutkan karena mereka sering terbebani hafalan-hafalan teks bahasa Arab.[7] jadi yang dipermasalahkan sekarang adalah bagaimana meningkatkan kualitas berbahasa Arab yang dianggap siswa adalah sukar dan sulit bahkan sesuatu yang menakutkan. Hal ini merupakan tantangan yang harus diupayakan solusinya.

            Selain dari siswa, problematika pembelajaran bahasa Arab juga terjadi pada guru, metode, dan media pembelajaran. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti lebih dalam tentang problematika yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa Arab tersebut.

            Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti memilih judul “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan Comal Pemalang”.

 

B.     Rumusan Masalah

      Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan di depan, penelitian memberikan rumusan masalah sebagai berikut:

1.      Bagaimana proses pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan?

2.      Apa saja problematika dalam pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan?

3.      Bagaimana solusi untuk menyelesaikan problematika yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan?

      Dengan demikian, yang dimaksud dengan judul “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab  di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan Comal Pemalang” adalah untuk mengetahui tentang bagaimana proses pembelajaran, problematika pembelajaran dan solusi yang diterapkan oleh guru dalam mengatasi problematika pada mata pelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syaf’iyah Pecangakan Comal Pemalang.

 

C.    Tujuan Penelitian

Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah:

1.      Untuk mengetahui proses pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan.

2.      Untuk mendeskripsikan problematika yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan.

3.      Untuk mengetahui solusi yang tepat dalam menyelesaikan problematika pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan.

 

D.    Kegunaan Penelitian

a.       Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran yang signifikan di kalangan para pemikir dan intelektual terutama yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, sehingga akan menambah khazanah keilmuan terutama yang berkaitan dengan proses pembelajaran bahasa Arab. selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi para peneliti selanjutnya dalam penelitian yang sama.

b.      Secara praktis, penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pihak-pihak terkait:

1.      Bagi lembaga pendidikan yang diteliti, hasil penelitian ini merupakan hasil potret diri sebagai bahan refleksi untuk peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Arab.

2.      Bagi peneliti, penelitian ini merupakan pengalaman yang berharga untuk memperluas pengetahuan dan wawasan.

3.      Sebagai sumbangan pemikiran bagi para guru, khususnya bagi guru bahasa Arab dalam mengoptimalkan metodologi dan meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Arab yang efektif.

 

E.     Tinjauan Pustaka

1.      Kajian Terdahulu

      Dalam penulisan skripsi ini, penulis akan menjelaskan problematika pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan. Oleh karena itu, penulis cantumkan penelitian yang relevan diantaranya:

      Maimunatun dalam penelitiannya dengan judul “Problematika Penerapan Metode Pengajaran Bahasa Arab di MIN Yogyakarta II” memberi kesimpulan bahwa problematika yang dihadapi dalam penerapan metode pengajaran bahasa Arab di MIN Yogyakarta II khususnya di kelas IV, V, dan VI meliputi: siswa belum begitu familiar dan mencintai bahasa Arab, tingkat konsentrasi siswa yang kurang maksimal, bahasa Arab belum digunakan dalam keseharian atau percakapan siswa di sekolah, bervariasinya latar belakang siswa, dan kemampuan siswa, serta kurangnya perbendaharaan kosakata siswa.[8]

      Kasmiati dalam penelitiannya dengan judul “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab di STAIN Datokrama Palu (Telaah Terhadap Mahasiswa Lulusan Sekolah Umum)” memberi kesimpulan bahwa strategi pembelajaran diorientasikan untuk mencapai 2 tujuan pokok, yaitu tujuan pembelajaran bahasa Arab yang bersifat instrumental yakni agar mahasiswa mampu menggunakan bahasa Arab sebagai alat untuk mempelajari berbagai macam ilmu. Tujuan yang lain adalah integratif-komunikatif, yakni agar mahasiswa mampu menggunakan bahasa Arab sebagai alat komunikasi sehari-hari. Tujuan-tujuan diatas sulit dicapai karena STAIN Datokrama Palu tidak menyediakan kurikulum atau silabus khusus untuk diterapkan untuk mahasiswa lulusan sekolah umum.[9]

      Muhammad Solichun dalam penelitiannya dengan judul “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab (Studi Kasus di MTs Susukan dan MTs Terpadu Almustakim Timpik Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang Tahun 2013)” memberi kesimpulan bahwa problematika disebabkan siswa masih kesulitan dalam menterjemahkan sebuah bacaan dan menulis Arab dengan dikte, siwa yang heterogen, kurangnya motivasi siswa, kurangnya minat mempelajari bahasa Arab, guru yang kurang kompeten, sarana dan prasarana yang kurang mendukung.[10]

      Dari hasil penelitian tersebut bila dibandingkan dengan penelitian dalam skripsi yang penulis lakukan adalah sama-sama membahas tentang problematika dalam proses pembelajaran bahasa Arab.

      Adapun dalam skripsi yang peneliti lakukan ini lebih memfokuskan pada problematika yang dihadapi dalam proses pembelajaran bahasa Arab baik problematika linguistik seperti: siswa belum bisa membaca tulisan Arab, kesulitan dalam menulis Arab dengan dikte, siswa masih kesulitan dalam mengartikan bacaan, dan kesulitan menyusun kalimat dengan jenis kata kerja yang tepat dan problematika non linguistik meliputi: siswa, waktu pembelajaran, guru, lingkungan, dan sarana dan prasarana dan solusi yang dilakukan untuk mengatasi problematika yang terjadi.

2.       Analisis Teoritis

Ahmad Izzan mengemukakan bahwa bahasa merupakan sistem lambang-lambang berupa bunyi yang digunakan oleh sekelompok orang atau masyarakat tertentu untuk berkomunikasi dan berinteraksi menjadi media penghubung antara masyarakat suatu bangsa dangan bangsa lainnya.[11]

Azhar Arsyad mengemukakan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa asing bagi bangsa Indonesia karena bahasa Arab berbeda dengan bahasa ibu yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Arab mempunyai kedudukan istimewa diantara bahasa-bahasa lain di dunia karena ia berfungsi sebagai bahasa al-Quran dan Hadist serta kitab-kitab lainnya.[12]

Ahmad Muhtadi Anshor mengemukakan bahwa pembelajaran adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan. Dalam komunikasi sering terjadi penyimpangan-penyimpangan, sehingga komunikasi tersebut tidak berjalan efektif dan efisien. Hal ini disebabkan karena adanya kecenderungan verbalisme, ketidaksiapan siswa, kurangnya minat serta kegairahan, dan sebagainya.[13]

Ahmad Janan Asifudin mengemukakan bahwa metode mengajar adalah cara yang teratur yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapat informasi yang dibutuhkan mereka guna mencapai tujuan. Dengan kata lain bahwa metode adalah jalan menuju tujuan tertentu.[14]

Acep Hermawan mengemukakan bahwa kata “media” berasal dari bahasa latin “medius” yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Tetapi secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.[15]

Bahasa Arab saat ini sudah menjadi bahasa internasional dimana banyak sumber literatur menggunakan bahasa Arab. bahasa Arab telah lama berkembang di Indonesia, akan tetapi sampai sekarang mempelajari bahasa Arab tidak luput dari problem.[16]

Pembelajaran bahasa Arab dengan berbagai karakteristiknya serta motivasi mempelajarinya di kalangan masyarakat non Arab tetap saja memiliki banyak kendala dan problematika yang dihadapi, karena bahasa Arab bukan merupakan bahasa yang mudah dikuasai secara total. Problematika yang biasa muncul dalam pembelajaran bahasa Arab bagi non Arab terbagi dalam dua bagian, problematika lnguistik dan non linguistik.[17]

3.      Kerangka Berfikir

      Bahasa Arab saat ini sudah merupakan bahasa internasional dimana banyak sumber literatur menggunakan bahasa Arab. bahasa Arab telah lama berkembang di Indonesia, akan tetapi tampaknya mempelajari bahasa Arab sampai sekarang tidak luput dari problem.[18]

      Bahasa Arab adalah bahasa asing bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, belajar bahasa Arab membutuhkan waktu yang lama dan bertahap. Dalam pembelajaran bahasa Arab di sekolah sering terjadi kendala atau problematika yang dihadapi oleh guru maupun siswa baik yang berupa linguistik maupun non linguistik.

      Oleh karena itu sebagai guru hendaknya menemukan solusi yang tepat dalam mengatasi problematika dalam proses pembelajaran tersebut. Peran guru bahasa Arab dalam mengatasi problematika tersebut sangat dibutuhkan agar pembelajaran bahasa Arab di sekolah dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien serta dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

 

 

F.     Metodologi Penelitian

1.      Pendekatan dan Jenis Penelitian

a.       Pendekatan

Pendekatan yang peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif. Menurut Boghdan dan Taylor merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif, yaitu berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Menurut mereka, pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu secara holystic (utuh). Jadi dalam hal ini tidak boleh mengisolasi individu atau organisasi ke dalam variabel atau hipotesis akan tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan.[19]

Pendekatan ini digunakan untuk menjelaskan dan menganalisis problematika pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan

b.      Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian Lapangan (field research). Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan di kancah atau tempat terjadinya gejala-gejala yang diselidiki.[20] Dalam penelitian ini yaitu untuk mengamati fenomena yang terjadi secara langsung di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan.

2.      Sumber Data

Menurut Suharsimi Arikunto, yang dimaksud dengan sumber data adalah subyek darimana data-data diperoleh.[21] Sumber data yang penulis gunakan dalam hal ini ada dua, yaitu:

a)      Data Primer

Untuk hal ini yang menjadi sumber data primer adalah siswa dan guru mata pelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan.

b)      Data Sekunder

Penelitian sekunder menggunakan bahan yang bukan dari sumber pertama sebagai sarana untuk memperoleh data atau informasi untuk menjawab masalah yang diteliti.[22] Untuk hal ini yang menjadi sumber data sekunder adalah kepala sekolah, pegawai tata usaha dan semua buku yang terkait dengan permasalahan yang diteliti.

3.      Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Data yang terkumpul sebagai bahan analisis dan pengujian hipotesis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:

a)      Metode observasi

Observasi atau yang disebut pengamatan, meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera.[23]

Teknik ini penulis gunakan  untuk mengamati proses pembelajaran bahasa Arab serta metode yang digunakan dalam mengajar secara langsung di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan.

b)      Metode Interviu.

Interviu yaitu metode pengumpulan data dengan tanya jawab sepihak yang dikerjakan secara sistematis berdasarkan pada tujuan penyelidikan.[24]

Teknik ini digunakan pada penelitian kualitatif untuk mendapatkan informasi mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Arab dan bagaimana solusinya di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan.

c)      Metode dokumentasi

Metode dokumentasi adalah pengambilan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen.[25] Metode ini digunakan untuk mencari data mengenai hal-hal berupa gambaran umum MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, Jumlah siswa, sarana dan prasarana secara rinci, dan daftar nama guru dan staf lainnya.

 

4.      Teknik Analisis Data

Setelah data terkumpul dengan lengkap, selanjutnya penulis berusaha untuk menyusun dan menyeleksi data tersebut yang ada relevansinya dengan penelitian ini, yang selanjutnya data tersebut diolah dan dianalisis agar data itu mempunyai arti dan bisa dijadikan kesimpulan secara umum.

Dalam menganalisis data yang telah terkumpul tersebut, digunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Analisis deskriptif kualitatif adalah cara analisis yang cenderung menggunakan kata-kata untuk menjelaskan fenomena atau data yang didapatkan.[26]

Dalam hal ini penulis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif untuk menganalisis problematika yang dialami guru dan siswa pada pembelajaran bahasa Arab dan solusi yang diterapkan dalam mengatasi problematika tersebut.

 

G.    Sistematika Penyusunan Skripsi

Penulisan skripsi ini diawali dengan halaman judul, halaman pernyataan, nota pembimbing, halaman pengesahan, halaman persembahan, halaman motto, abstrak, kata pengantar, daftar isi, dan daftar tabel.

Bab I : Pendahuluan, berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.

Bab II : Landasan Teori, berisi: pertama, pengertian problematika pembelajaran bahasa Arab, meliputi: pengertian problematika, pembelajaran, dan bahasa Arab. kedua, karakteristik bahasa Arab. Ketiga, tujuan pembelajaran bahasa Arab. Keempat, problematika pembelajaran bahasa Arab, meliputi: permasalahan non kebahasaan dan permasalahan kebahasaan.

Bab III : Gambaran umum dan problematika pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, meliputi: Pertama, Gambaran umum MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, meliputi: profil sekolah, sejarah berdiri, struktur organisasi, kedaan guru, karyawan dan siswa. Kedua, proses pembelajaran. Ketiga problematika pembelajaran. Keempat, solusi yang dilakukan.

Bab IV : analisis problematika pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, meliputi: Pertama, analisis proses pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan. Kedua, analisis problematika pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan. Ketiga analisis solusi yang dilakukan untuk mengatasi problematika pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan.

BAB V : Penutup, meliputi, kesimpulan dan saran.

Bagian Akhir meliputi: Daftar pustaka, lampiran-lampiran dan daftar riwayat hidup penulis.

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

Anshor, Ahmad Muhtadi. 2009. Pengajaran Bahasa Arab , Cet. Ke-1 Yogyakarta: Teras.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi Jakarta: Rineka Cipta.

Arsyad, Azhar. 2003. Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Asifudin, Ahmad Janan. 2009. Mengungkit Pilar-Pilar Pendidikan Islam (Tinjauan Filosofis), Yogyakarta: SUKA Press.  

Azwar, Saifudin. 1998. Metode Penelitian, Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Ghony, M. Djunaidi, Fauzan Almanshur. 2012. Medologi Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Ar -Ruzz Media.

Hadi, Sutrisno.2002. Metodologi Research 2, Yogyakarta: Yayasan Penerbit Fak. Psikologi  UGM.

Hermawan, Acep. 2011. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Cet. Ke 1, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Izzan, Ahmad. 2009. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Bandung: Humaniora.

Kasmiati. 2010. “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab Di STAIN Datokrama Palu (Telaah Terhadap Mahasiswa Lulusan Sekolah Umum)”, Palu: Tesis UIN Alaudin.

Madjid, Nurkholis. 2010. Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Maimunatun. 2008. “Problematika Penerapan Metode Pengajaran Bahasa Arab di MIN Yogyakarta II”, Skripsi Sarjana Pendidikan Islam, Yogyakarta: Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga.

Moleong, Lexy J. 1990. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Yosdakarya.

Muna, Wa. 2011. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab Teori dan Aplikasinya, Cet. Ke-1, Yogyakarta: Teras.

Rosyidi, Abdul Wahab. 2003. Memahami Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Arab, Malang: UIN Maliki Press.

Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitan Kuantitatif Dan Kualitatif, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Solichun, Muhammad. 2013. “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab (Studi Kasus di MTsN Susukan dan MTs Terpadu Al-Mustakim Timpik Susukan Semarang)”, Salatiga:  Tesis Magister Pendidikan Islam, STAIN  Salatiga.

Suharjo, Drajad. 2003. Metodologi Penelitian Dan Penulisan Laporan Ilmiah, Yogyakarta: UII Press.



[1]  Wa Muna, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab Teori dan Aplikasinya, Cet. Ke-1 (Yogyakarta: Teras, 2011), hlm. 1

[2] Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Cet. Ke 1. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011), hlm. 99

[3] Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab , hlm. 129

[4] Abdul Wahab Rosyidi, Memahami Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang: UIN Maliki Press, 2003), hlm. 83

[5]  Abdul Wahab Rosyidi, Memahami Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Arab, h. 100

[6] Ahmad Muhtadi Anshor, Pengajaran Bahasa Arab , Cet. Ke-1 (Yogyakarta: Teras, 2009), hlm. 83

[7] Agus Yandi, Guru Bahasa Arab MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, Wawancara, (Pemalang, 08 Mei 2017)

[8] Maimunatun, “Problematika Penerapan Metode Pengajaran Bahasa Arab di MIN Yogyakarta II”, Skripsi Sarjana Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, 2008), hlm. 76

[9] Kasmiati , “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab di STAIN Datokrama Palu (Telaah Terhadap Mahasiswa Lulusan Sekolah Umum)”, Tesis Magister Pendidikan Islam, (Palu: UIN Alaudin, 2010), hlm. 112

[10] Muhammad Solichun, Problematika Pembelajaran Bahasa Arab (Studi Kasus di MTsN Susukan dan MTs Terpadu Al-Mustakim Timpik Susukan Semarang)”, Tesis Magister Pendidikan Islam, (Salatiga: STAIN  Salatiga, 2013), hlm. 124

[11] Ahmad Izzan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Bandung: Humaniora, 2009) hlm. 2

[12] Azhar arsyad, Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003), hlm. 7

[13] Ahmad Muhtadi Anshor, , Pengajaran Bahasa Arab, hlm. 83

[14] Ahmad Janan Asifudin, Mengungkit Pilar-Pilar Pendidikan Islam (Tinjauan Filosofis), (Yogyakarta: SUKA Press, 2009), hlm. 110

[15] Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, hlm. 223

[16] Wa Muna, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab Teori Dan Aplikasinya, hlm. 1

[17] Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, hlm. 100

[18]  Wa Muna, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, hlm. 1

[19] Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Yosdakarya, 1990), hlm. 3

[20] Saifudin Azwar, Metode Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 1998), hlm. 5

[21] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Edisi Revisi Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm.  172

[22] Jonathan  Sarwono,Metode Penelitan Kuantitatif Dan Kualitatif, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006), hlm. 17

[23] Sutrisno Hadi, Metodologi Research 2, (Yogyakarta: Yayasan Penerbit Fak. Psikologi  UGM), 2002, hlm. 193

[24] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik , hlm. 95

[25]  M. Djunaidi Ghony dan Fauzan Almanshur, Medologi Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Ar -Ruzz Media, 2012), hlm. 110

[26] Drajad Suharjo, Metodologi Penelitian Dan Penulisan Laporan Ilmiah (Yogyakarta: UII Press, 2003), hlm. 12

Comments

Popular posts from this blog

Pedoman Transliterasi Arab Latin

Fungsi Hadits

Bolehkah Berdebat