Contoh Skripsi Bahasa Arab Bab 1
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MTs ASY SYAFI’IYAH PECANGAKAN COMAL PEMALANG
A.
Latar Belakang Masalah
Belajar
bahasa Arab bagi non Arab termasuk salah satu hal yang tidak bisa dihindari
karena urgensi bahasa Arab bagi masyarakat dunia saat ini cukup tinggi, baik
yang muslim maupun non muslim. Bahasa Arab saat ini sudah menjadi bahasa
internasional dimana banyak sumber literatur menggunakan bahasa Arab.[1]
Hal ini terbukti dengan banyaknya lembaga-lembaga pembelajaran bahasa Arab di
berbagai negara.[2] Di
sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan Islam di Indonesia pengajaran bahasa Arab
dijadikan sebagai mata pelajaran wajib yang harus dipelajari siswa. Tujuan
utama pembelajaran bahasa Arab adalah pengembangan kemampuan pelajar dalam
menggunakan bahasa Arab baik lisan maupun tulis.[3]
Sedangkan
bahasa Arab di madrasah sudah dipersiapkan untuk pencapaian keterampilan dasar
berbahasa yang mencakup empat keterampilan, yaitu: Pertama, maharah
istima’ (menyimak) yaitu memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan
yang berbentuk gagasan atau dialog sederhana. Kedua, kalam (berbicara)
yaitu dengan mengungkapkan pikiran, gagasan, perasaan, pengalaman, serta
informasi melalui kegiatan bercerita dan bertanya. Ketiga, qiroah
(membaca) yaitu dengan memahami berbagai teks tertulis dalam bentuk gagasan
atau dialog sederhana melalui kegiatan membaca, menganalisis, dan menemukan
pokok pikiran. Keempat kitabah (menulis) yaitu mengungkapkan pikiran
atau gagasan, perasaan, baik fiksi maupun non fiksi melalui kegiatan menulis.[4]
Oleh karena itu, pembelajarannya pun harus mengacu kepada pemberian bekal bagi
peserta didik, agar mereka dapat berkomunikasi baik aktif maupun pasif.
Meskipun
bahasa Arab memang telah lama berkembang di Indonesia. Namun pembelajaran
bahasa Arab di Indonesia tetap saja memiliki banyak kendala dan problematika
yang dihadapi, karena bahasa Arab bukan merupakan bahasa yang mudah dikuasai
secara total. Problematika yang biasa muncul dalam pembelajaran bahasa Arab
bagi non Arab terbagi dalam dua bagian, problematika linguistik dan non
linguistik.[5]
Problematika
yang dihadapi tersebut antara lain disebabkan oleh adanya kecenderungan
verbalisme, ketidaksiapan siswa, kurangnya minat serta kegairahan, dan
sebagainya.[6] Oleh
karena itu perlu dicari pemecahan yang tepat untuk mengatasi problematika
tersebut, agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien
sesuai tujuan yang diharapkan.
Sedangkan
di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, walaupun bahasa Arab sudah menjadi pelajaran
pokok di sekolah tersebut, akan tetapi bagi banyak siswa untuk menyerap,
memahami, dan menguasai bahasa Arab tidak semudah membalikkan telapak tangan.
bahkan sebagian siswa menganggap bahasa Arab merupakan momok yang sangat
menakutkan karena mereka sering terbebani hafalan-hafalan teks bahasa Arab.[7]
jadi yang dipermasalahkan sekarang adalah bagaimana meningkatkan kualitas
berbahasa Arab yang dianggap siswa adalah sukar dan sulit bahkan sesuatu yang
menakutkan. Hal ini merupakan tantangan yang harus diupayakan solusinya.
Selain
dari siswa, problematika pembelajaran bahasa Arab juga terjadi pada guru, metode,
dan media pembelajaran. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti lebih
dalam tentang problematika yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa Arab
tersebut.
Berdasarkan
latar belakang diatas, maka peneliti memilih judul “Problematika Pembelajaran
Bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan Comal Pemalang”.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan
yang telah diuraikan di depan, penelitian memberikan rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana proses pembelajaran bahasa Arab di
Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan?
2. Apa saja problematika dalam pembelajaran
bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan?
3. Bagaimana solusi untuk menyelesaikan problematika
yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy
Syafi’iyah Pecangakan?
Dengan demikian, yang dimaksud dengan
judul “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab
di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan Comal Pemalang” adalah untuk
mengetahui tentang bagaimana proses pembelajaran, problematika pembelajaran dan
solusi yang diterapkan oleh guru dalam mengatasi problematika pada mata
pelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syaf’iyah Pecangakan Comal Pemalang.
C.
Tujuan Penelitian
Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui proses pembelajaran bahasa Arab
di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan.
2. Untuk mendeskripsikan problematika yang
dihadapi dalam pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah
Pecangakan.
3. Untuk mengetahui solusi yang tepat dalam menyelesaikan
problematika pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah
Pecangakan.
D. Kegunaan
Penelitian
a. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan
dapat memberikan kontribusi pemikiran yang signifikan di kalangan para pemikir
dan intelektual terutama yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, sehingga
akan menambah khazanah keilmuan terutama yang berkaitan dengan proses
pembelajaran bahasa Arab. selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi
rujukan bagi para peneliti selanjutnya dalam penelitian yang sama.
b. Secara praktis, penelitian ini diharapkan
bermanfaat bagi pihak-pihak terkait:
1. Bagi lembaga pendidikan yang diteliti, hasil
penelitian ini merupakan hasil potret diri sebagai bahan refleksi untuk
peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Arab.
2. Bagi peneliti, penelitian ini merupakan
pengalaman yang berharga untuk memperluas pengetahuan dan wawasan.
3. Sebagai sumbangan pemikiran bagi para guru,
khususnya bagi guru bahasa Arab dalam mengoptimalkan metodologi dan
meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Arab yang efektif.
E.
Tinjauan Pustaka
1. Kajian Terdahulu
Dalam penulisan skripsi ini, penulis akan
menjelaskan problematika pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy
Syafi’iyah Pecangakan. Oleh karena itu, penulis cantumkan penelitian yang
relevan diantaranya:
Maimunatun dalam penelitiannya dengan
judul “Problematika Penerapan Metode Pengajaran Bahasa Arab di MIN
Yogyakarta II” memberi kesimpulan bahwa problematika yang dihadapi dalam
penerapan metode pengajaran bahasa Arab di MIN Yogyakarta II khususnya di kelas
IV, V, dan VI meliputi: siswa belum begitu familiar dan mencintai bahasa Arab,
tingkat konsentrasi siswa yang kurang maksimal, bahasa Arab belum digunakan
dalam keseharian atau percakapan siswa di sekolah, bervariasinya latar belakang
siswa, dan kemampuan siswa, serta kurangnya perbendaharaan kosakata siswa.[8]
Kasmiati dalam penelitiannya dengan judul “Problematika
Pembelajaran Bahasa Arab di STAIN Datokrama Palu (Telaah Terhadap Mahasiswa
Lulusan Sekolah Umum)” memberi kesimpulan bahwa strategi pembelajaran
diorientasikan untuk mencapai 2 tujuan pokok, yaitu tujuan pembelajaran bahasa Arab
yang bersifat instrumental yakni agar mahasiswa mampu menggunakan bahasa Arab
sebagai alat untuk mempelajari berbagai macam ilmu. Tujuan yang lain adalah
integratif-komunikatif, yakni agar mahasiswa mampu menggunakan bahasa Arab
sebagai alat komunikasi sehari-hari. Tujuan-tujuan diatas sulit dicapai karena
STAIN Datokrama Palu tidak menyediakan kurikulum atau silabus khusus untuk
diterapkan untuk mahasiswa lulusan sekolah umum.[9]
Muhammad Solichun dalam penelitiannya dengan
judul “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab (Studi Kasus di MTs Susukan dan
MTs Terpadu Almustakim Timpik Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang Tahun 2013)”
memberi kesimpulan bahwa problematika disebabkan siswa masih kesulitan dalam
menterjemahkan sebuah bacaan dan menulis Arab dengan dikte, siwa yang
heterogen, kurangnya motivasi siswa, kurangnya minat mempelajari bahasa Arab,
guru yang kurang kompeten, sarana dan prasarana yang kurang mendukung.[10]
Dari hasil penelitian tersebut bila
dibandingkan dengan penelitian dalam skripsi yang penulis lakukan adalah
sama-sama membahas tentang problematika dalam proses pembelajaran bahasa Arab.
Adapun dalam skripsi yang peneliti lakukan
ini lebih memfokuskan pada problematika yang dihadapi dalam proses pembelajaran
bahasa Arab baik problematika linguistik seperti: siswa belum bisa membaca
tulisan Arab, kesulitan dalam menulis Arab dengan dikte, siswa masih kesulitan
dalam mengartikan bacaan, dan kesulitan menyusun kalimat dengan jenis kata
kerja yang tepat dan problematika non linguistik meliputi: siswa, waktu
pembelajaran, guru, lingkungan, dan sarana dan prasarana dan solusi yang
dilakukan untuk mengatasi problematika yang terjadi.
2.
Analisis Teoritis
Ahmad Izzan mengemukakan bahwa bahasa
merupakan sistem lambang-lambang berupa bunyi yang digunakan oleh sekelompok
orang atau masyarakat tertentu untuk berkomunikasi dan berinteraksi menjadi
media penghubung antara masyarakat suatu bangsa dangan bangsa lainnya.[11]
Azhar Arsyad mengemukakan bahwa bahasa Arab
merupakan bahasa asing bagi bangsa Indonesia karena bahasa Arab berbeda dengan
bahasa ibu yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Arab
mempunyai kedudukan istimewa diantara bahasa-bahasa lain di dunia karena ia
berfungsi sebagai bahasa al-Quran dan Hadist serta kitab-kitab lainnya.[12]
Ahmad Muhtadi Anshor mengemukakan bahwa
pembelajaran adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari
sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan. Dalam
komunikasi sering terjadi penyimpangan-penyimpangan, sehingga komunikasi
tersebut tidak berjalan efektif dan efisien. Hal ini disebabkan karena adanya
kecenderungan verbalisme, ketidaksiapan siswa, kurangnya minat serta
kegairahan, dan sebagainya.[13]
Ahmad Janan Asifudin mengemukakan bahwa metode
mengajar adalah cara yang teratur yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mendapat informasi yang dibutuhkan mereka guna mencapai tujuan. Dengan kata
lain bahwa metode adalah jalan menuju tujuan tertentu.[14]
Acep Hermawan mengemukakan bahwa kata “media”
berasal dari bahasa latin “medius” yang secara harfiah berarti tengah,
perantara, atau pengantar. Tetapi secara lebih khusus, pengertian media dalam
proses pembelajaran diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau
elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual
atau verbal.[15]
Bahasa Arab saat ini sudah menjadi bahasa
internasional dimana banyak sumber literatur menggunakan bahasa Arab. bahasa Arab
telah lama berkembang di Indonesia, akan tetapi sampai sekarang mempelajari
bahasa Arab tidak luput dari problem.[16]
Pembelajaran bahasa Arab dengan berbagai
karakteristiknya serta motivasi mempelajarinya di kalangan masyarakat non Arab tetap
saja memiliki banyak kendala dan problematika yang dihadapi, karena bahasa Arab
bukan merupakan bahasa yang mudah dikuasai secara total. Problematika yang
biasa muncul dalam pembelajaran bahasa Arab bagi non Arab terbagi dalam dua
bagian, problematika lnguistik dan non linguistik.[17]
3. Kerangka Berfikir
Bahasa Arab saat ini sudah merupakan
bahasa internasional dimana banyak sumber literatur menggunakan bahasa Arab.
bahasa Arab telah lama berkembang di Indonesia, akan tetapi tampaknya
mempelajari bahasa Arab sampai sekarang tidak luput dari problem.[18]
Bahasa Arab adalah bahasa asing bagi
bangsa Indonesia. Oleh karena itu, belajar bahasa Arab membutuhkan waktu yang
lama dan bertahap. Dalam pembelajaran bahasa Arab di sekolah sering terjadi
kendala atau problematika yang dihadapi oleh guru maupun siswa baik yang berupa
linguistik maupun non linguistik.
Oleh karena itu sebagai guru hendaknya
menemukan solusi yang tepat dalam mengatasi problematika dalam proses
pembelajaran tersebut. Peran guru bahasa Arab dalam mengatasi problematika
tersebut sangat dibutuhkan agar pembelajaran bahasa Arab di sekolah dapat
berjalan dengan lancar, efektif dan efisien serta dapat mencapai tujuan yang
diharapkan.
F. Metodologi
Penelitian
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
a. Pendekatan
Pendekatan yang
peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif. Menurut Boghdan dan Taylor
merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif, yaitu berupa
kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Menurut
mereka, pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu secara holystic
(utuh). Jadi dalam hal ini tidak boleh mengisolasi individu atau organisasi ke
dalam variabel atau hipotesis akan tetapi perlu memandangnya sebagai bagian
dari suatu keutuhan.[19]
Pendekatan ini
digunakan untuk menjelaskan dan menganalisis problematika pembelajaran bahasa Arab
di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan
b. Jenis Penelitian
Jenis
penelitian ini merupakan penelitian Lapangan (field research). Penelitian
lapangan adalah penelitian yang dilakukan di kancah atau tempat terjadinya
gejala-gejala yang diselidiki.[20]
Dalam penelitian ini yaitu untuk mengamati fenomena yang terjadi secara
langsung di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan.
2. Sumber Data
Menurut
Suharsimi Arikunto, yang dimaksud dengan sumber data adalah subyek darimana
data-data diperoleh.[21]
Sumber data yang penulis gunakan dalam hal ini ada dua, yaitu:
a) Data Primer
Untuk hal ini
yang menjadi sumber data primer adalah siswa dan guru mata pelajaran bahasa Arab
di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan.
b) Data Sekunder
Penelitian
sekunder menggunakan bahan yang bukan dari sumber pertama sebagai sarana untuk
memperoleh data atau informasi untuk menjawab masalah yang diteliti.[22]
Untuk hal ini yang menjadi sumber data sekunder adalah kepala sekolah, pegawai
tata usaha dan semua buku yang terkait dengan permasalahan yang diteliti.
3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Data yang
terkumpul sebagai bahan analisis dan pengujian hipotesis. Teknik pengumpulan
data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:
a) Metode observasi
Observasi atau
yang disebut pengamatan, meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu
objek dengan menggunakan seluruh alat indera.[23]
Teknik ini
penulis gunakan untuk mengamati proses
pembelajaran bahasa Arab serta metode yang digunakan dalam mengajar secara
langsung di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan.
b) Metode Interviu.
Interviu yaitu
metode pengumpulan data dengan tanya jawab sepihak yang dikerjakan secara
sistematis berdasarkan pada tujuan penyelidikan.[24]
Teknik ini
digunakan pada penelitian kualitatif untuk mendapatkan informasi mengenai
masalah-masalah yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Arab dan bagaimana
solusinya di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan.
c) Metode dokumentasi
Metode
dokumentasi adalah pengambilan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen.[25]
Metode ini digunakan untuk mencari data mengenai hal-hal berupa gambaran umum
MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, Jumlah siswa, sarana dan prasarana secara rinci,
dan daftar nama guru dan staf lainnya.
4. Teknik Analisis Data
Setelah data
terkumpul dengan lengkap, selanjutnya penulis berusaha untuk menyusun dan
menyeleksi data tersebut yang ada relevansinya dengan penelitian ini, yang
selanjutnya data tersebut diolah dan dianalisis agar data itu mempunyai arti
dan bisa dijadikan kesimpulan secara umum.
Dalam menganalisis
data yang telah terkumpul tersebut, digunakan metode analisis deskriptif
kualitatif. Analisis deskriptif kualitatif adalah cara analisis yang cenderung
menggunakan kata-kata untuk menjelaskan fenomena atau data yang didapatkan.[26]
Dalam hal ini
penulis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif untuk menganalisis
problematika yang dialami guru dan siswa pada pembelajaran bahasa Arab dan
solusi yang diterapkan dalam mengatasi problematika tersebut.
G. Sistematika
Penyusunan Skripsi
Penulisan skripsi ini diawali dengan halaman
judul, halaman pernyataan, nota pembimbing, halaman pengesahan, halaman
persembahan, halaman motto, abstrak, kata pengantar, daftar isi, dan daftar
tabel.
Bab I : Pendahuluan, berisi tentang latar
belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, tinjauan
pustaka, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.
Bab II : Landasan Teori, berisi: pertama,
pengertian problematika pembelajaran bahasa Arab, meliputi: pengertian
problematika, pembelajaran, dan bahasa Arab. kedua, karakteristik bahasa
Arab. Ketiga, tujuan pembelajaran bahasa Arab. Keempat,
problematika pembelajaran bahasa Arab, meliputi: permasalahan non kebahasaan
dan permasalahan kebahasaan.
Bab III : Gambaran umum dan problematika
pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, meliputi: Pertama,
Gambaran umum MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, meliputi: profil sekolah, sejarah
berdiri, struktur organisasi, kedaan guru, karyawan dan siswa. Kedua,
proses pembelajaran. Ketiga problematika pembelajaran. Keempat,
solusi yang dilakukan.
Bab IV : analisis problematika pembelajaran
bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, meliputi: Pertama,
analisis proses pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan. Kedua,
analisis problematika pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah
Pecangakan. Ketiga analisis solusi yang dilakukan untuk mengatasi
problematika pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan.
BAB V : Penutup, meliputi, kesimpulan dan
saran.
Bagian Akhir meliputi: Daftar pustaka, lampiran-lampiran
dan daftar riwayat hidup penulis.
DAFTAR PUSTAKA
Anshor, Ahmad Muhtadi. 2009. Pengajaran Bahasa Arab , Cet. Ke-1 Yogyakarta:
Teras.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,
Edisi Revisi Jakarta: Rineka Cipta.
Arsyad, Azhar. 2003. Bahasa Arab
dan Metode Pengajarannya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Asifudin, Ahmad Janan. 2009. Mengungkit Pilar-Pilar Pendidikan Islam (Tinjauan
Filosofis), Yogyakarta: SUKA Press.
Azwar, Saifudin. 1998. Metode Penelitian, Yogyakarta: Pustaka
Belajar.
Ghony, M. Djunaidi, Fauzan Almanshur. 2012. Medologi Penelitian
Kualitatif, Yogyakarta: Ar -Ruzz Media.
Hadi, Sutrisno.2002. Metodologi Research 2, Yogyakarta: Yayasan
Penerbit Fak. Psikologi UGM.
Hermawan, Acep. 2011. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Cet. Ke
1, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Izzan, Ahmad. 2009. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Bandung:
Humaniora.
Kasmiati. 2010. “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab Di STAIN Datokrama
Palu (Telaah Terhadap Mahasiswa Lulusan Sekolah Umum)”, Palu: Tesis UIN
Alaudin.
Madjid, Nurkholis. 2010. Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, Yogyakarta:
Pustaka Belajar.
Maimunatun. 2008. “Problematika Penerapan Metode Pengajaran Bahasa Arab di
MIN Yogyakarta II”, Skripsi Sarjana Pendidikan Islam, Yogyakarta:
Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga.
Moleong, Lexy J. 1990. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja
Yosdakarya.
Muna, Wa. 2011. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab Teori dan
Aplikasinya, Cet. Ke-1, Yogyakarta: Teras.
Rosyidi, Abdul Wahab. 2003. Memahami Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa
Arab, Malang: UIN Maliki Press.
Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitan Kuantitatif Dan
Kualitatif, Yogyakarta: Graha Ilmu.
Solichun, Muhammad. 2013. “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab (Studi
Kasus di MTsN Susukan dan MTs Terpadu Al-Mustakim Timpik Susukan Semarang)”, Salatiga: Tesis Magister Pendidikan Islam, STAIN Salatiga.
Suharjo, Drajad. 2003. Metodologi Penelitian Dan Penulisan Laporan
Ilmiah, Yogyakarta: UII Press.
[1] Wa Muna, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab Teori dan Aplikasinya, Cet.
Ke-1 (Yogyakarta: Teras, 2011), hlm. 1
[2] Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Cet. Ke 1.
(Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011), hlm. 99
[3] Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran
Bahasa Arab , hlm. 129
[4] Abdul Wahab Rosyidi, Memahami Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang:
UIN Maliki Press, 2003), hlm. 83
[5] Abdul
Wahab Rosyidi, Memahami Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Arab, h. 100
[6] Ahmad Muhtadi Anshor, Pengajaran Bahasa Arab , Cet. Ke-1 (Yogyakarta:
Teras, 2009), hlm. 83
[7] Agus Yandi, Guru Bahasa Arab MTs Asy
Syafi’iyah Pecangakan, Wawancara, (Pemalang, 08 Mei 2017)
[8] Maimunatun, “Problematika Penerapan Metode Pengajaran Bahasa Arab di MIN
Yogyakarta II”, Skripsi Sarjana Pendidikan Islam, (Yogyakarta:
Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, 2008), hlm. 76
[9] Kasmiati , “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab di STAIN Datokrama Palu (Telaah
Terhadap Mahasiswa Lulusan Sekolah Umum)”, Tesis Magister Pendidikan Islam,
(Palu: UIN Alaudin, 2010), hlm. 112
[10] Muhammad Solichun, Problematika Pembelajaran Bahasa Arab (Studi Kasus di
MTsN Susukan dan MTs Terpadu Al-Mustakim Timpik Susukan Semarang)”, Tesis
Magister Pendidikan Islam, (Salatiga: STAIN
Salatiga, 2013), hlm. 124
[11] Ahmad Izzan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Bandung:
Humaniora, 2009) hlm. 2
[12] Azhar arsyad, Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, (Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2003), hlm. 7
[13] Ahmad Muhtadi Anshor, , Pengajaran Bahasa Arab, hlm. 83
[14] Ahmad Janan Asifudin, Mengungkit Pilar-Pilar
Pendidikan Islam (Tinjauan Filosofis), (Yogyakarta: SUKA Press, 2009), hlm.
110
[15] Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, hlm. 223
[16] Wa Muna, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab Teori Dan Aplikasinya,
hlm. 1
[17] Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, hlm. 100
[18] Wa Muna, Metodologi Pembelajaran
Bahasa Arab, hlm. 1
[19] Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja
Yosdakarya, 1990), hlm. 3
[20] Saifudin Azwar, Metode Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 1998),
hlm. 5
[21] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,
(Edisi Revisi Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm. 172
[22] Jonathan Sarwono,Metode
Penelitan Kuantitatif Dan Kualitatif, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006), hlm. 17
[23] Sutrisno Hadi, Metodologi Research 2, (Yogyakarta: Yayasan Penerbit
Fak. Psikologi UGM), 2002, hlm. 193
[24] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik ,
hlm. 95
[25] M. Djunaidi Ghony dan Fauzan Almanshur, Medologi Penelitian Kualitatif,
(Yogyakarta: Ar -Ruzz Media, 2012), hlm. 110
[26] Drajad Suharjo, Metodologi Penelitian Dan Penulisan Laporan Ilmiah
(Yogyakarta: UII Press, 2003), hlm. 12
Comments
Post a Comment