Contoh Ringkasan Skripsi Bahasa Arab

 

PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MTs ASY SYAFI’IYAH PECANGAKAN COMAL PEMALANG

SKRIPSI

 

Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat

guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1)

dalam Ilmu Tarbiyah

IAIN Pekalongan lambang

Oleh :

  ZAINUL ANWAR

  NIM : 2022112072

 

 

 

 

 

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

(IAIN) PEKALONGAN

2017

ABSTRAK

            Zainul Anwar, 2015. Problematika Pembelajaran Bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan Comal Pemalang. Skripsi. Promotor: H. Arif Chasanul Muna, Lc, M.A

            ..........................................................................................................................................

            Kata Kunci: Problematika Pembelajaran Bahasa Arab, MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan

Bahasa Arab mempunyai kedudukan istimewa diantara bahasa-bahasa lain di dunia karena ia berfungsi sebagai bahasa al-Quran dan Hadist serta kitab-kitab lainnya. Dalam proses pembelajaran bahasa Arab di sekolah-sekolah perlu dipahami problem-problem yang timbul agar dapat dicari pemecahannya sehingga setelah proses pembelajaran dapat menghasilkan siswa yang pandai berbahasa Arab baik aktif maupun pasif.

Skripsi ini berjudul ”Problematika Pembelajaran Bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan Tahun Ajaran 2017/2018” yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran bahasa Arab, problematika yang timbul dalam proses pembelajaran dan bagaimanakah langkah-langkah pemecahannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan data kuesioner. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Analisis deskriptif kualitatif adalah cara analisis yang cenderung menggunakan kata-kata untuk menjelaskan fenomena atau data yang didapatkan.

Hasil penelitian tentang problematika pembelajaran bahasa Arab pada siswa kelas IX antara lain: siswa belum bisa membaca tulisan Arab, kesulitan dalam menulis Arab dengan dikte, siswa masih kesulitan dalam mengartikan bacaan, dan ketidaksesuaian menyusun kalimat dengan jenis kata kerja yang tepat, latar belakang pendidikan siswa yang heterogen, kurangnya motivasi siswa, waktu pembelajaran yang kurang, kualifikasi ijazah guru bahasa Arab yang belum sesuai, kurang membiasakan siswa untuk berbicara bahasa Arab di kelas, dan kurang menggunakan variasi metode dalam mengajar, lingkungan, dan sarana dan prasarana yang kurang memadai.

Pemecahan problematika pembelajaran bahasa Arab dengan memberikan pelajaran tambahan khusus membaca al-Quran di pagi hari selama 30 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai, melatih anak menulis Arab dengan dikte/imla minimal 2 kata, selalu memberikan tugas di luar kelas untuk menghafal mufrodat dan menterjemahkan suatu kalimat, setiap pertemuan guru bahasa Arab memberikan tugas di rumah untuk menghafalkan tasrif baik istilahi maupun lughawi, mengklasifikasikan siswa yang mempunyai kemampuan bahasa Arab lebih baik di tempatkan di kelas A dan yang mempunyai kemampuan bahasa Arab lebih rendah di tempatkan di kelas B, selalu memberi motivasi kepada siswa sebelum dan sesudah pelajaran untuk selalu berlatih dan tidak putus asa serta dalam belajar bahasa Arab tidak boleh dijadikan beban, sekolah berupaya menambah jam pelajaran yang tadinya 2 jam menjadi 3 jam pelajaran per minggu dan menambah setengah jam untuk ekstra membaca al-Quran, membiasakan anak berbicara bahasa Arab ketika pembelajaran berlangsung dengan kalimat pendek, menggunakan variasi metode yang lebih aplicable, efektif, dan efisien, setiap ada kesempatan mengundang wali murid selalu dipesankan kepada orang tua agar lebih memperhatikan kemajuan belajar anak terutama untuk belajar bahasa Arab, pihak sekolah akan berusaha melengkapi sarana dan prasarana pembelajaran  yang sekiranya diperlukan untuk pembelajaran demi kemajuan pembelajaran siswa.

 

A.      Latar Belakang Masalah

              Belajar bahasa Arab bagi non Arab termasuk salah satu hal yang tidak bisa dihindari karena urgensi bahasa Arab bagi masyarakat dunia saat ini cukup tinggi, baik yang muslim maupun non muslim. Bahasa Arab saat ini sudah menjadi bahasa internasional dimana banyak sumber literatur menggunakan bahasa Arab.[1] Hal ini terbukti dengan banyaknya lembaga-lembaga pembelajaran bahasa Arab di berbagai negara.[2] Di sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan Islam di Indonesia pengajaran bahasa Arab dijadikan sebagai mata pelajaran wajib yang harus dipelajari siswa. Tujuan utama pembelajaran bahasa Arab adalah pengembangan kemampuan pelajar dalam menggunakan bahasa Arab baik lisan maupun tulis.[3]

              Sedangkan bahasa Arab di madrasah sudah dipersiapkan untuk pencapaian keterampilan dasar berbahasa yang mencakup empat keterampilan (maharah), yaitu: Pertama, maharah istima’ (menyimak) yaitu memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan yang berbentuk gagasan atau dialog sederhana. Kedua, kalam (berbicara) yaitu dengan mengungkapkan pikiran, gagasan, perasaan, pengalaman, serta informasi melalui kegiatan bercerita dan bertanya. Ketiga, qiroah (membaca) yaitu dengan memahami berbagai teks tertulis dalam bentuk gagasan atau dialog sederhana melalui kegiatan membaca, menganalisis, dan menemukan pokok pikiran. Keempat kitabah (menulis) yaitu mengungkapkan pikiran atau gagasan, perasaan, baik fiksi maupun non fiksi melalui kegiatan menulis.[4] Oleh karena itu, pembelajarannya pun harus mengacu kepada pemberian bekal bagi peserta didik, agar mereka dapat berkomunikasi baik aktif maupun pasif.

              Meskipun bahasa Arab memang telah lama berkembang di Indonesia. Namun pembelajaran bahasa Arab di Indonesia tetap saja memiliki banyak kendala dan problematika yang dihadapi, karena bahasa Arab bukan merupakan bahasa yang mudah dikuasai secara total. Problematika yang biasa muncul dalam pembelajaran bahasa Arab bagi non Arab terbagi dalam dua bagian, problematika linguistik dan non linguistik.[5]

              Problematika yang dihadapi tersebut antara lain disebabkan oleh adanya kecenderungan verbalisme, ketidaksiapan siswa, kurangnya minat serta kegairahan, dan sebagainya.[6] Oleh karena itu perlu dicari pemecahan yang tepat untuk mengatasi problematika tersebut, agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien sesuai tujuan yang diharapkan.

              Sedangkan di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, walaupun bahasa Arab sudah menjadi pelajaran pokok di sekolah tersebut, akan tetapi bagi banyak siswa untuk menyerap, memahami, dan menguasai bahasa Arab tidak semudah membalikkan telapak tangan. bahkan sebagian siswa menganggap bahasa Arab merupakan momok yang sangat menakutkan karena mereka sering terbebani hafalan-hafalan teks bahasa Arab.[7] jadi yang dipermasalahkan sekarang adalah bagaimana meningkatkan kualitas berbahasa Arab yang dianggap siswa adalah sukar dan sulit bahkan sesuatu yang menakutkan. Hal ini merupakan tantangan yang harus diupayakan solusinya.

              Selain dari siswa, problematika pembelajaran bahasa Arab juga terjadi pada guru, waktu pembelajaran yang kurang, lingkungan, dan sarana dan prasarana pembelajaran. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti lebih dalam tentang problematika yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa Arab tersebut.

              Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti memilih judul “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan Comal Pemalang”.

 

 

B.       Rumusan Masalah

                 Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan di depan, penelitian memberikan rumusan masalah sebagai berikut:

1.         Bagaimana proses pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan?

2.         Apa saja problematika dalam pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan?

3.         Bagaimana solusi untuk menyelesaikan problematika yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan?

          Dengan demikian, yang dimaksud dengan judul “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab  di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan Comal Pemalang” adalah untuk mengetahui tentang bagaimana proses pembelajaran, apa saja problematika pembelajaran dan solusi yang diterapkan oleh guru dalam mengatasi problematika pada mata pelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syaf’iyah Pecangakan Comal Pemalang.

 

C.      Tujuan Penelitian

Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah:

1.         Untuk mengetahui proses pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan.

2.         Untuk mendeskripsikan problematika yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan.

3.         Untuk mengetahui solusi yang tepat dalam menyelesaikan problematika pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyah Pecangakan.

D.      Simpulan

Setelah peneliti mengadakan penelitian di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, berdasarkan hasil uraian dan analisa data yang peneliti peroleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan data kuesioner maka dapat disederhanakan dengan beberapa kesimpulan diantaranya sebagai berikut:

1.         Pelakanaan Pembelajaran Bahasa Arab

Pembelajaran bahasa Arab di MTs Asyafi’iyah Pecangakan secara umum  belum mengarah kepada model pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) dengan metode mengajar yang bervariasi, dan pembelajaran masih terkesan konvensional.

2.         Problematika Pembelajaran Bahasa Arab

Problematika pembelajaran bahasa Arab yang peneliti temukan di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, berkaitan dengan problem linguistik yaitu: siswa belum bisa membaca tulisan Arab, kesulitan dalam menulis Arab dengan dikte, siswa masih kesulitan dalam mengartikan bacaan, dan ketidaksesuaian menyusun kalimat dengan jenis kata kerja yang tepat. Sedangkan dari faktor non linguistik yaitu: pertama faktor siswa yang meliputi: latar belakang pendidikan siswa yang heterogen dan kurangnya motivasi siswa MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, kedua faktor waktu pembelajaran yang kurang, ketiga faktor guru yang meliputi: kualifikasi ijazah guru bahasa Arab yang belum sesuai, kurang membiasakan siswa untuk berbicara bahasa Arab di kelas, dan kurang menggunakan variasi metode dalam mengajar. Keempat faktor lingkungan, meliputi: keluarga, masyarakat, dan sekolah. Kelima faktor sarana dan prasarana yang kurang memadai.

3.         Solusi problematika pembelajaran bahasa Arab

Upaya yang dilakukan dalam mengatasi problematika pembelajaran bahasa Arab di MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan adalah sebagai berikut: untuk problem linguistik memberikan pelajaran tambahan khusus membaca al-Quran di pagi hari selama 30 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai, melatih anak menulis Arab dengan dikte/imla minimal 2 kata dengan cara guru menulis kata dalam bahasa Arab di papan tulis dan diperlihatkan kepada siswa kemudian menyuruh siswa untuk menuliskannya kembali di buku tulisnya, selalu memberikan tugas di luar kelas untuk menghafal mufrodat dan menterjemahkan suatu kalimat, dan setiap pertemuan, guru bahasa Arab memberikan tugas di rumah untuk menghafalkan tasrif baik istilahi maupun lughawi. Sedangkan dari segi non-linguistik ada lima macam. Pertama unsur siswa diantaranya mengklasifikasikan siswa yang mempunyai kemampuan bahasa Arab lebih baik di tempatkan di kelas A dan yang mempunyai kemampuan bahasa Arab lebih rendah di tempatkan di kelas B, selalu memberi motivasi kepada siswa sebelum dan sesudah pelajaran untuk selalu berlatih dan tidak putus asa serta dalam belajar bahasa Arab tidak boleh dijadikan beban. Kedua unsur waktu pembelajaran yang kurang. Sekolah berupaya menambah jam pelajaran yang tadinya 2 jam menjadi 3 jam pelajaran per minggu dan menambah setengah jam untuk ekstra membaca al-Quran. Ketiga unsur guru. Membiasakan anak berbicara bahasa Arab ketika pembelajaran berlangsung dengan kalimat pendek, dan menggunakan variasi metode yang lebih aplicable, efektif, dan efisien. Sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lancar dan hasil belajar siswa dapat dicapai secara optimal dan memuaskan. Keempat unsur lingkungan keluarga yang kurang perhatian terhadap kemajuan belajar bahasa Arab anaknya yaitu setiap ada kesempatan mengundang wali murid, baik ketika penerimaan nilai hasil ulangan maupun pada kesempatan lain selalu dipesankan kepada orang tua agar lebih memperhatikan kemajuan belajar anak terutama untuk belajar bahasa Arab. Kelima unsur sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai, pihak sekolah akan berusaha melengkapi sarana dan prasarana pembelajaran  yang sekiranya diperlukan untuk pembelajaran demi kemajuan pembelajaran siswa.

E.       Saran

1.         Bagi Kepala Madrasah, hendaknya menyediakan media pembelajaran secara lengkap baik berupa media sederhana maupun media yang sudah berbasis komputer karena untuk menunjang pencapaian prestasi belajar siswa dan melengkapi sarana dan prasarana pendidikan termasuk laboratorium bahasa agar siswa dapat belajar bahasa khusunya bahasa Arab dengan optimal, mulai menerapkan lingkungan berbahasa Arab di sekolah, mendorong guru bahasa Arab untuk lebih profesional dibidangnya, menjalin hubungan dengan berbagai pihak masyarakat untuk mengembangkan lingkungan berbahasa Arab, Bagi Guru hendaknya lebih intensif untuk belajar bermuhadasah, berani mencoba untuk menerapkan metode-metode yang berprinsip PAIKEM, mengajarkan bahasa Arab mulai dasar untuk tingkat pemula, seperti mengenalkan terlebih dahulu huruf hijaiyah, mengenalkan huruf-huruf connector dan non connector, agar siswa mengerti huruf mana yang bisa disambung dan yang tidak bisa dan juga mengenalkan cara menulis huruf Arab jika berada di awal, di tengah dan di akhir kata, membiasakan diri untuk membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) setiap guru hendak mengajar agar tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan maksimal dan dalam proses pembelajaran hendaknya lebih memperhatikan keadaan kesiapan dan konsentrasi siswa, agar lebih terfokus pada materi waktu kegiatan belajar sedang berlangsung.

2.         Bagi Siswa, supaya lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran bahasa Arab dan tekun dalam belajar bahasa Arab dengan lebih banyak berlatih membaca dan menulis huruf/kalimat Arab untuk dapat meningkatkan kemahiran dalam berbahasa Arab.

 

 



[1]  Wa Muna, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab Teori dan Aplikasinya, Cet. Ke-1 (Yogyakarta: Teras, 2011), hlm. 1

[2] Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Cet. Ke 1. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011), hlm. 99

[3] Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab , hlm. 129

[4] Abdul Wahab Rosyidi, Memahami Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang: UIN Maliki Press, 2003), hlm. 83

[5]  Abdul Wahab Rosyidi, Memahami Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Arab, h. 100

[6] Ahmad Muhtadi Anshor, Pengajaran Bahasa Arab , Cet. Ke-1 (Yogyakarta: Teras, 2009), hlm. 83

[7] Agus Yandi, Guru Bahasa Arab MTs Asy Syafi’iyah Pecangakan, Wawancara, (Pemalang, 08 Mei 2017)

Comments

Popular posts from this blog

Pedoman Transliterasi Arab Latin

Fungsi Hadits

Bolehkah Berdebat