SEBENARNYA ISMAIL ATAU ISHAK YANG AKAN DIKORBANKAN
Sebagai seorang muslim tentunya kita harus mengetahui sejarah agama kita, paling tidak tentang sejarah penting yang sering kita dengar seperti sejarah Nabi Muhammad, kisah Isro' Mi'roj, sejarah Nabi dan Rasul sampai kepada sejarah Qurban.
Tentu aneh apabila kita yang tidak lain adalah seorang muslim tetapi tidak tahu akan peristiwa penting dalam Islam. Seperti yang sering kita jumpai pada kebanyakan orang ketika ditanya tentang artis favorit mereka, mereka hafal benar kisah mulai dari kecil sampai mantan pacarnya hafal semua, tetapi ketika mereka ditanya tentang sejarah Nabi Muhammad, mereka tidak tahu dan angkat tangan.
Sungguh ironis apabila kondisi masyarakat Indonesia yang notabene merupakan masyarakat islam terbesar di dunia tetapi sejarah panutanya yakni sejarah nabi Muhammad saja banyak yang tidak tahu. Bagaimana mereka akan bisa menjawab pertanyaan orang-orang non muslim yang sering memojokkan dan menyerang umat Islam jika kita tidak tahu tentang sejarah agama kita sendiri.
Pada postingan kali ini, bersamaan besoknya adalah hari raya Qurban penulis akan coba menjelaskan sedikit sebenarnya siapa anak nabi Ibrahim yang akan dijadikan kurban oleh nabi Ibrahim? karena banyak perdebatan akan hal tersebut. Menurut pendapat orang Yahudi dan Nasrani anak tersebut adalah Ishaq (nabi Ishaq), sedangkan menurut pendapat Muslim anak tersebut adalah Ismail (nabi Ismail).
Dengan adanya 2 klaim tersebut sudah tentu menimbulkan pengaruh yang sangat besar bagi keyakinan masing-masing pemeluknya sampai sekarang ini dan sudah pasti pendapat dari keduanya tidak mungkin benar semua, pasti ada salah satu yang salah.
-Dalam bible-
Dalam kitab kejadian 22:2. Allah berfirman: Ambillah anakmu yang tunggal itu yang engkau kasihi, yakni Ishaq. Pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia disana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan kukatakan padamu.
Ayat tersebut dan penunjukan kata yakni Ishaklah yang menurut pendapat orang nasrani menjadi bukti bahwa anak yang dikorbankan nabi Ibrahim as adalah nabi Ishaq as bukan nabi Ismail as. Padahal menurut penulis justru kata yakni Ishaq tersebut menjadi membingungkan karena apabila kata yakni Ishaq itu tidak ada tentu nabi Ibrahim as sudah tahu siapa anak tunggal yang dia kasihi tersebut.Karena seorang bapak pasti sudah tahu nama anaknya tanpa Allah tunjukkan dengan kalimat yakni Ishaq. Intinya kata yakni Ishaq menurut penulis hanyalah penambahan oleh orang-orang yang sengaja ingin merubah isi Alkitab agar mereka mengingkari nabi Ismail sebagai anak yang sebenarnya akan di korbankan oleh nabi Ibrahim as. Yang tidak lain Ismail adalah nenek moyang bangsa Arab sampai nabi Muhammad Saw. Para pengubah alkitab tentu takut dan tidak ingin kalau pengikut nasrani sampai tahu kalau anak yang dikorbankan adalah Ismail. Hal tersebut sama saja memberi tahu kepada pengikut nasrani kalau AlQuran itu benar dan penyempurna kitab terdahulu.
Selain itu, anak tunggal yang dikasihi oleh Ibrahim yang dimaksud dalam alkitab itu sebenarnya Ismail ataukah Ishaq?
Menurut penulis itu adalah Ismail. Alasannya karena Usia Ismail jauh lebih tua 13 tahun daripada Ishaq, Sehingga Allah menyebut anak tunggal yang kamu kasihi dan juga pada saat itu Ishaq belum lahir sehingga satu-satunya anak nabi Ibrahim as saat itu hanyalah Ismail.
-Menurut AlQuran-
Dalam surat As-Shofat ayat 100-113 memang Allah tidak mencantumkan nama langsung siapa anak yang dikorbankan oleh nabi Ibrahim as, tetapi sastra arab yang terkenal mempunyai nilai sastra tinggi walaupun nama tidak disebut tetapi makna hakiki sudah bisa diketahui kalau anak yang akan dikorbankan nabi Ibrahim adalah nabi Ismail as.
Semoga bisa menambah keyakinan kalau ajaran Islam memang benar-benar dari Allah Tuhan seluruh alam.
الله اعلم بالصواب
Comments
Post a Comment