MENGAPA KITA TIDAK BERSYUKUR

Kata Syukur sebenarnya berasal dari bahasa arab شكر atau  شكرا  yang artinya terima kasih. Kemudian syukur dalam bahasa Indonesia setelah mengalami pergeseran makna berubah menjadi sebuah ungkapan terima kasih atas pemberian dari Tuhan.

Sudahkah kita bersyukur hari ini? Adakah hal yang menghalangi kita untuk bersyukur? Orang-orang berkata: aku tidak mempunyai uang, aku tidak bisa membayar utang, aku tidak punya pekerjaan, aku sakit tidak kunjung sembuh, suamiku selingkuh, majikanku galak, aku tidak bisa melanjutkan sekolah seperti yang lain. Aku berkata dalam hatiku: kenapa kamu tidak mau bersyukur. Bukankah masih jauh lebih banyak nikmat Allah yang kamu lupakan dan dustakan? Karena kita masih diberi waktu untuk hidup saja sudah nikmat. Semuanya itu adalah cobaan dan permasalahan hidup yang hampir semua orang mengalaminya dan tidak bisa hal itu menghalangi seseorang untuk tetap bersyukur.

Alasan mengapa kita harus bersyukur:

1. Nikmat Allah yang tiada terhitung jumlahnya

Cobalah kita hitung nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt kepada kita hari ini saja,  mulai dari kita bangun tidur sampai sekarang. Tentu tidak akan dapat kita hitung bukan karena saking banyaknya?

2. Jiwa menjadi lapang

Pernahkah kita mendapatkan kesusahan? Apa perasaan kita saat mendapat musibah? Tentu kecewa serta tidak karuan rasanya, namun jika kekecewaan yang kita rasakan diiringi dengan rasa syukur kepada Allah justru hal itu akan membuat hati kita menjadi lapang. Jika masih belum percaya, nanti dicoba saja!

3. Janji Allah terhadap orang-orang yang bersyukur

Firman Allah Swt:

لئن شكرتم ﻷزيدنكم

Jika kalian bersyukur atas nikmat Ku pasti aku akan menambahnya.

Pernahkah kita dikecewakan seseorang karena orang tersebut mengingkari janjinya kepada kita? Sering bukan? Tapi ya Wajar lah karena kita dan mereka semua Sama-sama manusia, kita juga pasti pernah ingkar janji. Tapi kalau yang berjanji Allah tidak mungkin Dia mengingkarinya.

4. Terhindar dari sifat serakah

Orang yang mau bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah artinya dia mengakui bahwa semua yang dia miliki adalah pemberian yang harus dijaga dan dipertanggung jawabkan kelak sehingga dia akan senantiasa bersyukur atas apa yang ia miliki dan tidak sedikit pun rasa ingin menguasai dan memiliki apa yang orang lain punyai.

5. Menjadikan hidup lebih bahagia

Bagaimana seseorang yang bersyukur tidak bahagia jikalau setiap dia mendapatkan kesusahan dia selalu berkata alhamdulillah, dia merasa Allah selalu bersamanya. Tidak ada yang perlu di khawatirkan.

Agar kita mudah bersyukur:

1. Melihat kebawah dalam hal duniawi

Ada orang yang mengatakan jika masalah dunia lihatlah ke bawah agar kamu bersyukur. namun jika melihat tentang kebaikan, maka lihatlah keatas agar kamu bisa lebih baik. Benar tidak?

2. Selalu mengingat nikmat yang telah diterima

Mengingat selalu nikmat yang diterima membuat hati akan senantiasa bersyukur bahwa kebaikan yang telah diberikan Allah kepada orang lain juga pernah kita rasakan.

3. Selalu ucapkan hamdalah saat mendapat anugerah

Ucapan Alhamdulillah sebaiknya diucapkan sebelum kita berterima kasih kepada orang yang membantu kita.

4. Membiasakan mengucapkan terima kasih atas kebaikan orang lain

Kecewa bukan kalau kita memberikan sesuatu kepada seseorang yang tidak tahu terima kasih? Kalau hal itu tidak mengenakkan bagi kita, jangan lakukan hal itu kepada orang lain. Walaupun sebenarnya orang yang membantu kita pada hakekatnya bukanlah dia yang membantu.  Namun orang tersebut adalah perantara Allah yang harus tetap dihargai.

5. Berhenti mengeluh

Dengan mengeluh sebenarnya malah akan membuat hati kita semakin lemah dan bertambah berat kesusahan yang sedang kita rasakan. Maka dari itu, jangan terlalu mudah mengeluh ya ...

Demikian,  semoga ada manfaatnya!

Comments

Popular posts from this blog

Pedoman Transliterasi Arab Latin

Fungsi Hadits

KONDISI MASYARAKAT ARAB PRA ISLAM