Rasa Sayang Allah Melebihi Rasa Sayang Ibu Terhadap Anaknya

Ternyata Allah Lebih Sayang Kepada Kita Dibandingkan Orang Tua Kita

Para pembaca tentu heran mengapa penulis beranggapan demikian. Hal tersebut bukan hanya berdasarkan atas asumsi penulis, namun berdasarkan salah satu kitab yang pernah penulis baca yang isinya kurang lebih yaitu jika salah satu manusia lebih mencintai sesuatu dibandingkan cintanya kepad Allah, maka Allah lebih cemburu dibandingkan cemburunya seseorang terhadap kekasihnya. Kita semua sudah barang tentu pernah mengalami rasa cemburu terhadap orang yang kita sayangi. Entah itu suami ataupun istri.

Adapun rasa cemburu yang Allah rasakan tidak serta merta seperti manusia yang karena rasa cemburunya lama kelamaan berubah menjadi benci kemudian menghentikan pemberian rizki kepada manusia tersebut.  Allah tidaklah demikian.  Akan tetapi Allah dengan sifat Ar-Razaq-Nya tetap memberi rizki kepada semua makhluknya yang masih bernyawa.

Sedangkan Allah penulis katakan lebih menyayangi kita dibandingkan ibu kita.  Kenapa demikian? Karena Allah yang telah menciptakan kita, sedangkan ibu kita hanya yang mengandung dan melahirkan kita. Ibu kita yang hanya diberi amanat untuk mengurus kita saja di dunia sebegitu sayangnya terhadap kita, sampai-sampai para ibu lebih memilih tidak makan daripada anaknya yang kelaparan.  Terkadang seorang ibu melarang anaknya melakukan sesuatu bukan karena beliau tidak sayang, tetapi karena para ibu tahu kalau yang dilakukan anaknya itu akan berdampak tidak baik bagi dirinya sendiri.  Terkadang Allah juga tidak langsung mengabulkan doa seorang hamba karena Allah lebih tahu akan kebaikan seorang hamba tersebut.

Demikian. Semoga bisa menjadi perenungan dan menambah keimanan kita kepada Allah SWT. Amin

Comments

Popular posts from this blog

Pedoman Transliterasi Arab Latin

Fungsi Hadits

KONDISI MASYARAKAT ARAB PRA ISLAM