Mengapa Sholat Dzuhur dan Ashar Bacaan Imam dibaca Pelan?

Sholat Dzuhur dan Ashar termasuk sholat sirriyyah, yaitu sholat yang bacaan Al-Fatihah dan suratnya tidak dikeraskan (dibaca pelan). Ada beberapa penjelasan dari para ulama mengapa demikian:

1. Mengikuti contoh Nabi Muhammad ﷺ

Alasan utama dalam ibadah adalah ittibā’ (mengikuti) sunnah Nabi. Dalam banyak hadis shahih dijelaskan bahwa:

  • Nabi ﷺ mengeraskan bacaan pada sholat Subuh, Maghrib, dan Isya

  • Nabi ﷺ memelankan bacaan pada sholat Dzuhur dan Ashar

Karena sholat adalah ibadah yang tata caranya sudah ditetapkan, maka umat Islam mengikutinya sebagaimana dicontohkan Nabi ﷺ.

2. Waktu Dzuhur dan Ashar adalah waktu siang

Sebagian ulama menjelaskan hikmahnya:

  • Dzuhur dan Ashar dilakukan di siang hari, saat orang banyak beraktivitas

  • Jika dikeraskan, bisa mengganggu orang lain atau mengurangi kekhusyukan

  • Berbeda dengan malam dan Subuh, yang suasananya lebih tenang sehingga bacaan keras membantu kekhusyukan dan menjadi syiar Islam

3. Melatih kekhusyukan pribadi

Bacaan pelan:

  • Membantu jamaah lebih fokus pada bacaan hati

  • Mengajarkan bahwa tidak semua ibadah harus tampak atau terdengar oleh orang lain

4. Ada pahala meski tidak terdengar

Walaupun tidak dikeraskan:

  • Imam tetap membaca Al-Fatihah dan surat

  • Makmum tetap mendapat pahala mengikuti imam

  • Allah tetap mendengar bacaan yang pelan maupun yang keras

Comments

Popular posts from this blog

Pedoman Transliterasi Arab Latin

Fungsi Hadits

KONDISI MASYARAKAT ARAB PRA ISLAM