Mengapa Sholat Dzuhur dan Ashar Bacaan Imam dibaca Pelan?
Sholat Dzuhur dan Ashar termasuk sholat sirriyyah, yaitu sholat yang bacaan Al-Fatihah dan suratnya tidak dikeraskan (dibaca pelan). Ada beberapa penjelasan dari para ulama mengapa demikian:
Alasan utama dalam ibadah adalah ittibā’ (mengikuti) sunnah Nabi. Dalam banyak hadis shahih dijelaskan bahwa:
Nabi ﷺ mengeraskan bacaan pada sholat Subuh, Maghrib, dan Isya
Nabi ﷺ memelankan bacaan pada sholat Dzuhur dan Ashar
Karena sholat adalah ibadah yang tata caranya sudah ditetapkan, maka umat Islam mengikutinya sebagaimana dicontohkan Nabi ﷺ.
Sebagian ulama menjelaskan hikmahnya:
Dzuhur dan Ashar dilakukan di siang hari, saat orang banyak beraktivitas
Jika dikeraskan, bisa mengganggu orang lain atau mengurangi kekhusyukan
Berbeda dengan malam dan Subuh, yang suasananya lebih tenang sehingga bacaan keras membantu kekhusyukan dan menjadi syiar Islam
Bacaan pelan:
Membantu jamaah lebih fokus pada bacaan hati
Mengajarkan bahwa tidak semua ibadah harus tampak atau terdengar oleh orang lain
Walaupun tidak dikeraskan:
Imam tetap membaca Al-Fatihah dan surat
Makmum tetap mendapat pahala mengikuti imam
Allah tetap mendengar bacaan yang pelan maupun yang keras
Comments
Post a Comment