Merebaknya gadget

Bagi anda yang lahir di era 80an seperti saya ini tentu tahu bahwa kecanggihan teknologi saat ini belum lama kita nikmati dan rasakan.

Coba kita ingat sewaktu kita kecil ingin nonton televisi saja harus nyari rumah warga yang punya televisi, itupun kalau yang punya tv berkenan membukakan pintu rumahnya. Kalau yang punya rumah kurang berkenan ya cuma bisa ngintip di celah jendela.

Saya masih ingat sewaktu di kampung saya baru ada orang yang punya tv berwarna. Seketika orang berbondong-bondong penasaran ingin menyaksikan seperti apa televisi berwarna. Ketika itu listrik PLN juga belum menerangi di desa kami. Kira-kira tahun 95an.

Menonton televisi pada waktu itu merupakan tontonan yang paling menyenangkan. Bayangkan saja satu ruangan cukup luas tidak muat menampung warga yang ingin nonton tv. Sungguh antusiasme warga yang jika dipikir anak zaman sekarang mungkin aneh. Tapi memang kenyataannya demikian karena saya yang mengalami sendiri.

Selain televisi, hiburan anak yang lahir tahun 80an ya cuma permainan tradisional seperti egrang, kelereng, congklak, jamuran, panggalan, sodor, lebon, ledek, dan main di kali. Kadang kala pinjam sepeda teman yang punya sepeda. Itupun masih jarang sekali.

Pada masa itu belum ada permainan pencet sekelas PS atau Mobile Legend. Cuma ada gembot yang permainannya sangat monoton itu. Itu juga saya beli dari uang nabung cukup lama dan jika sudah main itu bisa lupa untuk tidur sampai larut malam, Itupun jika ada batrey ABC kala itu. Karena pada masa itu belum dikenal charger.

Bandingkan dengan sekarang ini saat teknologi canggih sudah merebak seantero negeri, semua serba Internet yang bisa tersambung lewat hp, meskipun bisa dijangkau dengan komputer atau laptop namun pilihan orang jatuh pada hp karena lebih simpel dan mudah dibawa kemanapun pergi.

Seiring berjalannya waktu, permainan tradisional sudah tergeser dengan teknologi hp yang berbasis android dan ios. Segala jenis permainan dan hiburan tersedia disana. Sampai-sampai untuk pesan barang kebutuhan seperti pakaian dan makanan saja tinggal pesan dan kurir dengan senang hati akan mengantarkan sampai rumah.

Namun dibalik kemudahan tersebut, terdapat efek samping yang cukup buruk apabila teknologi ini tidak digunakan dengan baik. Misalnya saja ketika seseorang bersosial media dengan kurang bijak, bisa jadi dia terjerumus ke dalam ghibah dan pergunjingan. Belum lagi di internet banyak sekali situs-situs yang kurang baik tersedia.

Akibat lain dari adanya teknologi ini adalah seseorang bisa kecanduan gadget, permainan game yang ada bisa melupakan waktu, media sosialnya bisa melupakan keadaan sekitar, dan hal-hal lain yang sangat menarik yang bisa membuat orang terlena.

Dipandang dari sudut agama, dengan adanya gadget ini bisa mendapatkan ladang pahala dengan mudah karena kita bisa mempelajari konten-konten agama dengan mudah dan menshare di sosial media yang sekiranya bermanfaat. Namun gadget ini malah bisa jadi menjadi ladang maksiat yang bisa menjerumuskan penggunanya untuk berbuat dosa. Misalnya dengan menshare berita-berita yang belum jelas kepastiannya, bahkan seringnya orang-orang terjerat kasus hukum hanya karena dia menyebar berita-berita bohong.

Dengan adanya kemajuan teknologi ini seharusnya kita bisa lebih selektif dan produktif dalam menggunakannya. Selain itu, kita bisa tetap membatasinya di saat-saat tertentu seperti ketika saat beribadah, menuntut ilmu di pengajian, maupun saat ada orang lain yang sedang berinteraksi dengan kita.

Wahai kawan, jangan sampai teknologi melenakanmu sehingga kamu terjatuh ke dalam kemaksiatan, tetapi jadikanlah ia sebagai ladang untuk mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya.

Comments

Popular posts from this blog

Pedoman Transliterasi Arab Latin

Fungsi Hadits

KONDISI MASYARAKAT ARAB PRA ISLAM