SEPINYA TAHUN BARU ISLAM DI BUMI MAYORITAS MUSLIM

PERBEDAAN ANTARA TAHUN BARU HIJRIYAH DENGAN MASEHI

Malam hari ini adalah bertepatan dengan tanggal 1 Muharam 1438 H atau tanggal 1 Oktober 2016 yang terasa sepi.  Hanya sayup-sayup dari kejauhan terdengar suara di mushola ada orang yang melakukan kegiatan barzanji dan dzikir bersama.

Memang terasa sangat berbeda dalam hal memperingati tahun baru hijriyah dibandingkan tahun baru masehi. Entah kenapa tahun baru Islam di bumi penduduk muslim terbesar di dunia ini hanya diketahui oleh segelintir orang saja yang sering menginjakkan kakinya di rumah Allah diantaranya para orang tua yang sudah berpasrah diri untuk menghadap ilahi.

Peringatan tahun baru hijriyah tidak akan bisa menyamai peringatan tahun baru masehi yang disitu banyak orang-orang baik tua, muda, besar, kecil semua sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelumnya dan setelah malam tahun baru tiba mereka akan berkumpul di lapangan untuk menyaksikan pesta kembang api yang diiringi orkes dengan tarian yang aduhai.

Apabila mereka yang terpaksa tidak bisa ikut beramai-ramai ke lapangan, mereka akan membuat acara sendiri seperti bakar-bakar, minum-minuman, ada pula yang membawa pacarnya semalam suntuk untuk berpesta seakan malam tahun baru adalah saat kebebasan dan hari kebesaran mereka. Sungguh tradisi kaum kafir yang sama sekali bukan ajaran islam.

Andai saja peringatan tahun baru masehi yang begitu semarak pesta kembang apinya digantikan dengan hal-hal yang lebih positif dan dana tersebut disumbangkan saja kepada pihak yang membutuhkan sungguh lebih besar maknanya dan lebih meringankan beban rakyat miskin Indonesia yang kekurangan.

Langsung saja saya paparkan perbedaan antara tahun baru hijriyah dengan tahun baru masehi yang tidak banyak orang islam mengetahuinya:
1. Asal mula
-Tahun baru Hijriyah dimulai sejak hijrahnya nabi Muhammad Saw dari Mekah ke Madinah.  Makanya dinamakan hijriyah karena berasal dari kata هجرة
-Tahun baru Masehi dimulai sejak lahirnya nabi Isa as. Makanya dinamakan masehi karena berasal dari kata مسيخ atau dinamakan juga miladiyah

2. Penentuan
- Penentuan awal hari pada penanggalan Hijriyah adalah saat terbenamnya matahari
- Penentuan awal hari pada penanggalan masehi adalah tengah malam atau jam 00.00

3. Nama bulan

- Nama-nama bulan pada penanggalan Hijriyah yaitu:
1. Muharam
Artinya bulan yang diharamkan berperang

2. Safar
Safar artinya merantau atau perang

3. Rabiul Awal
Artinya masa kembalinya laki-laki dari merantau

4. Rabiul tsani
Artinya masa menetapnya kaum laki-laki

5. Jumadil Awal
Artinya awal musim kering

6.Jumadil Akhir
Artinya akhir musim kering

7. Rajab
Artinya mulia

8. Sya'ban
Artinya bulan untuk mencari nafkah

9. Ramadhan
Artinya sangat panas. Berarti bagi bulan ini adalah bulan pembakar dosa-dosa.

10. Syawal
Artinya kebahagiaan

11. Dzul Qo'dah
Artinya bulan bagi laki-laki untuk beristirahat.

11. Dzulhijjah
Artinya bulan untuk berhaji

- Nama-nama bulan pada penanggalan Masehi antara lain:

1. Januari
Berasal dari bahasa latin Januarius meesis artinya mempunyai dua muka

2. Februari
Diambil dari nama dewa februus yang artinya dewa penyucian

3. Maret
Diambil dari nama dewa mars yang artinya dewa perang

4. April
Diambil dari nama dewa aprillia

5. Mei
Diambil dari nama dewa maiia atau dewa kesuburan

6. Juni
Diambil dari nama dewa juno

7. Juli
Diambil dari nama raja julius caesar

8. Agustus
Diambil dari nama raja romawi beenama Agustus

9. September
Berasal dari bahasa latin septem yang artinya 7

10. Oktober
Diambil dari bahasa latin octo yang artinya 8

11. November
Diambil dari bahasa latin novem yang artinya 9

12. Desember
Berasal dari bahasa latin decem yang artinya 10 dan pada tanggal 25 Desember konon lahirnya dewa matahari yang diadopsi menjadi perayaan gereja.

Semoga bermanfaat .  .  .

Comments

Popular posts from this blog

Pedoman Transliterasi Arab Latin

Fungsi Hadits

Bolehkah Berdebat